Geledah Kemendag, Polisi Temukan Bukti Suap dan Gratifikasi

Lukman Diah Sari    •    Rabu, 29 Jul 2015 12:44 WIB
suap di kemendag
Geledah Kemendag, Polisi Temukan Bukti Suap dan Gratifikasi
Irjen Tito Karnavian. Foto: Muhammad Adimaja/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan jajarannya menemukan bukti suap dan gratifikasi pada penggeledahan di kantor Kementerian Perdagangan, Selasa 28 Juli. Tito mengatakan, selain penggeledahan, polisi juga melakukan pengintaian.    

"Kita melihat ada indikasi pidana. Mulai dari gratifikasi penyuapan dan yang disuap. Maupun kemungkinan pemerasan kepada pengusaha," jelas Tito di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2015).

Tito menjelaskan, hasil penggeledahan akan dipetakan. Juga akan dilakukan penyidikan lebih dalam usai mendapatkan bukti-bukti.

Jenderal polisi bintang dua itu menegaskan, tindak pidana penyuapan dan gratifikasi ini terkait perizinan yang kerap menyulitkan pengusaha. Sulitnya perizinan, kata Tito, paling banyak terjadi di Kemendag, khususnya di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. 

"Karena semua izin perdagangan, barang yang keluar izinnya dari direktorat tersebut," ucapnya.

Selain itu, penyidik yang terdiri dari tim gabungan Direktorat Kriminal Umum dan Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya serta Polres Jakarta Utara itu, mencium adanya calo yang kian mempersulit perizinan. Buntutnya muncul tindak pidana.

"Nah ini kita lihat ada oknum internal maupun eksternal yang mencalo. Ini pengusaha harusnya satu pintu selesai, ini tidak. Tapi melalui calo, calo yang di luar ini masuk melalui jalur orang dalam. Diminta uang, setelah itu izin keluar," tukasnya.

Presiden Joko Widodo perna kecewa saat sidak di Pelabuhan Tanjung Priok. Dia menemukan banyak kontainer menumpuk karena dweling time lama. Sebagai pembanding, Singapura dan Malaysia hanya butuh satu sampai dua hari, sementara Indonesia mencapai lima hari.

Berawal dari situ, Presiden memerintakan untuk mengecek apa akar masalah dari dweling time yang terlampau lama itu. Pihak Polda Metro Jaya, meminta Polres Jakarta Utara untuk lakukan pengintaian.

"Saya memerintahkan Kapolres Pelabuhan AKBP Hengki untuk mengecek. Apakah permasalahannya, apa yang bisa kita bantu untuk pemerintah, apakah mungkin ada pelanggaran pidana. Karena kalau pelanggaran pidana ini domain polisi," ucapnya.


(KRI)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

4 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA