Kemarau Panjang Bakal Landa Malang Raya

Aditya Mahatva Yodha    •    Rabu, 29 Jul 2015 13:01 WIB
kekeringan
Kemarau Panjang Bakal Landa Malang Raya
Sejumlah daerah di Malang mulai mengalami kekeringan. Foto: MTVN/Aditya

Metrotvnews.com, Malang: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, memprediksi Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu) akan dilanda kemarau dan kekeringan selama tiga bulan.

Bahkan, menurut petugas BMKG Stasiun Karangploso, Ahmad Luthfi, kekeringan diperkirakan terus berlangsung sepanjang 2015 ini. “Kemungkinan kekeringan akan menimpa Malang Raya sampai akhir tahun nanti,” jelas Luthfi, saat dihubungi Metrotvnews.com, Rabu (29/7/2015).

Kekeringan diperkirakan mulai terasa oleh warga Malang Raya pada Agustus sampai Oktober. “Karena curah hujannya kecil di bawah rata-rata, antara 0 - 20 milimeter per bulan,” terangnya.

Adapun dampaknya, kata Luthfi, kemarau yang identik dengan kekeringan akan bertambah parah dengan curah hujan yang jauh lebih kecil.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Hafi Lutfi, mengatakan BPBD telah menyiapkan pendistribusian air bersih ke daerah yang setiap tahun mengalami kekurangan air bersih di musim kemarau.

"Kami siap menyalurkan ke lokasi yang diprediksi mengalami kekeringan," ujarnya.

Daerah yang menjadi langganan kekeringan di antaranya Sumbermanjing Wetan, Bantur, Donomulyo, Gedangan, Pagak, Tirtoyudo, Kalipare, dan Singosari.

Sejauh ini, belum ada permintaan bantuan air bersih dari kecamatan yang kesulitan air. Kondisi saat ini, kata Lutfi, hujan tak pernah turun.

Dia mengatakan pendistribusian air akan diatur sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan berdasarkan permintaan daerah-daerah tersebut. Ia berharap, wilayah yang mengalami kekeringan tidak bertambah lagi seperti tahun lalu.

"Semoga wilayah yang mengalami kekeringan tidak bertambah lagi," katanya.


(UWA)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

5 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA