Delegasi Filipina Tak Omong Apa-Apa Soal Mary Jane

Ilham wibowo    •    Rabu, 29 Jul 2015 13:34 WIB
eksekusi mati
Delegasi Filipina Tak Omong Apa-Apa Soal Mary Jane
Delegasi Filipina meninggalkan Kejagung----MTVN/Bowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Delegasi Pemerintah Filipina mendatangi kantor Kejaksaan Agung buat berdiskusi terkait nasib terpidana mati Mary Jane Veloso, tadi pagi. Namun usai pertemuan, mereka tak berujar sepatah kata pun.

Selama lebih dari dua jam, rombongan delegasi pemerintah Filipina ini berada di dalam Gedung Kejagung dan bertemu Jampidum dan Jamintel. Rombongan keluar dari ruangan, Rabu (29/7/2015) sekira pukul 12.30 WIB, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

Seperti diketahui Jaksa Agung H.M. Prasetyo menegaskan apa pun permintaan dari delegasi pemerintahan Filipina untuk membebaskan Mary Jane dari hukuman sulit untuk dilakukan. Pasalnya, Mary Jane telah terbukti menyelundupkan narkoba ke Indonesia.

Fakta tersebut, sambung Jaksa Agung, tidak semata-mata membuat Mary Jane lolos dari eksekusi mati. Karena pengadilan telah memutus demikian. Kecuali ada novum (bukti baru) yang dapat dijadikan dasar pengajuan upaya hukum peninjauan kembali ataupun grasi.

"Misal katakan nanti pengadilan Filipina memutuskan bahwa dia korban trafficking juga sulit untuk bebas dari hukuman di sini. Tapi putusannya mungkin kalau dia ingin menjadikan novum bisa untuk mengajukan grasi lagi atau mungkin PK," kata Prasetyo.

Sebelumnya, eksekusi Mary Jane ditunda di LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada 28 April. Hal tersebut lantaran Maria, agen yang menyalurkan Mary Jane sebagai pekerja migran, menyerahkan diri ke kepolisian Filipina. Kepada polisi, Maria menyatakan Mary Jane adalah korban perdagangan orang. Maria diproses hukum dan Mary Jane dijadwalkan menjadi saksi.

Keputusan penundaan eksekusi Mary Jane hanya beberapa jam sebelum pasukan Brimob Polri menembak mati delapan gembong narkotika. Mary Jane tadinya bakal dieksekusi bersamaan dengan mereka.


(TII)