Keluarga Akan Rayakan Haul Gus Dur di Sela-sela Muktamar NU

Patricia Vicka    •    Rabu, 29 Jul 2015 14:11 WIB
muktamar nahdlatul ulama
Keluarga Akan Rayakan Haul Gus Dur di Sela-sela Muktamar NU
Allisa Wahid akan memberi rekomendasi soal MEA dan gerakan antikorupsi di Muktamar ke-33 NU. Foto: MTVN/Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Keluarga almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) akan merayakan hari ulang tahun atau haul Gus Dur di sela-sela Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama, di Jombang, Jawa Timur.

"Keluarga Gus Dur yang akan datang antara lain ibu kami (Sinta Nuriyah), serta tiga anaknya, yakni Yenny Wahid, saya, dan Inayah Wahid. Kami hadir dengan tujuan dan tugas masing-masing," kata Allisa Qotrunnada (Allisa Wahid) di Yogyakarta, Rabu (29/7/2015).

Haul Gus Dur jatuh pada Minggu 4 Agustus. "Kami akan melaksanakan haul dengan berziarah ke makam beliau di Jombang," jelas Allisa.

Setelah itu, mereka akan menghadiri Muktamar ke-33 NU. Allisa mengaku, datang ke muktamar untuk memberikan beberapa rekomendasi.

"Saya sebagai bagian dari komisi rekomendasi Muktamar NU, datang untuk memberikan masukan mengenai persiapan tenaga kerja menghadapai MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) dan isu soal gerakan antikorupsi yang baru saja kita gagas," tuturnya.

Menurut Alissa, masyarakat Indonesia, khususnya pemeluk NU, belum siap menghadapi MEA yang akan dimulai Desember mendatang. "Pemerintah selama ini kurang mempersiapkan tenaga kerja untuk menghadapi MEA. Padahal, negara tetangga sudah mempersiapkan warganya sejak MEA diumumkan," kata dia.

Muktamar ke-33 NU berlangsung selama lima hari di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada 1-4 Agustus. Acara ini akan dihadiri seluruh kiai dan santri PBNU seluruh Indonesia.

Selain itu akan hadir pula kiai dari Timur Tengah, Asean, Eropa, Australia, dan pemeluk agama lain. Acara ini rencananya dibuka Presiden Joko Widodo dan ditutup Wakil Presiden Jusuf Kalla.


(UWA)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

6 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA