Koleksi Pusaka Sultan HB I Banyak Berbentuk Binatang

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 29 Jul 2015 14:16 WIB
benda bersejarah
Koleksi Pusaka Sultan HB I Banyak Berbentuk Binatang
Sejumlah koleksi benda pusaka Sultan HB I. Foto: MTVN/Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Benda pusaka kerajaan kerap identik dengan keris atau tongkat. Namun, beda halnya pusaka yang pernah dimiliki Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Pusaka yang diwariskan sampai generasi saat ini, yang dipamerkan di pendapa Dinas Kebudayaan Yogyakarta pada Selasa-Kamis (28-30 Juli), berbentuk laiknya binatang. Misalnya, pusaka Banyak, Dalang, Sawung, dan Galing.

Pusaka Banyak berbentuk seperti patung angsa emas. Pusaka Dalang memiliki bentuk seperti patung rusa emas. Pusaka Sawung berbentuk patung ayam emas. Pusaka Galing berbentuk patung merak emas. Pusaka berbentuk binatang makna filosofis dan mencerminkan sikap seorang raja.

Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, Hadiutomo,  mengatakan pusaka Banyak menjadi cerminan dari seorang raja yang bijaksana dan selalu waspada terhadap situasi. Pusaka itu, ia melanjutkan, bisa memberikan tanda apabila ada situasi yang akan mengancam keberadaan Keraton Yogyakarta.

"Kalau Dalang atau rusa ini mencerminkan sosok raja yang cerdas dan pintar. Juga gesit, seperti kalau rusa berlari begitu kencang," kata Hadi kepada Metrotvnews.com, Rabu (29/7/2015).

Hadi mengungkapkan, pusaka Sawung atau ayam jantan menjadi simbol keberanian. Seorang raja, kata dia, tidak takut untuk bertarung demi mempertahankan kehormatan dan rakyatnya.

Pusaka Galing atau yang disebut pusaka merak dianggap menjadi simbol kewibawaan seorang raja. Pusaka ini menjadi lambang kewibawaan raja sehingga setiap orang yang datang menghormati dan mengaguminya.

"Seperti burung merak, kalau ada yang melihatnya, maka sayapnya akan terbentang gagah, ekornya mengembang dengan indah," ucapnya.

Hadi menambahkan, keempat pusaka itu terbuat dari emas murni dengan berat masing-masing satu kilogram dan dibuat sendiri oleh Sultan HB I. Ketika Sultan HB I masih hidup, pusaka tersebut selalu diletakkan di samping kiri dan kanan singgasana Sultan.

Pada masa kepemimpinan Sultan HB VIII, keempat pusaka tersebut dibuatkan replika dari bahan kuningan. Sedangkan, pusaka yang asli disimpan dan hanya dikeluarkan dalam acara tertentu di lingkungan Kraton Yogyakarta.

"Pusaka itu sampai sekarang tetap digunakan, tapi tidak setiap saat, hanya pada acara-acara tertentu," tukasnya.


(UWA)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA