Korupsi Wisma Atlet

Eks Anak Buah Alex Noerdin Didakwa Terima Ratusan Juta

Renatha Swasty    •    Rabu, 29 Jul 2015 14:59 WIB
korupsi wisma atlet
Eks Anak Buah Alex Noerdin Didakwa Terima Ratusan Juta
Rizal Abdullah. Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Selatan Rizal Abdullah didakwa korupsi bersama Deddy Kusdinar, M Arifin, Dudung Purwandi, Karman Hadi, dan Wafid Muharam. Rizal mengatur pemenang lelang pembangunan Wisma Atlet di Jakabaring, Sumatera Selatan, pada 2010.

"Terdakwa telah melakukan atau turut serta melakukan secara melawan hukum yaitu telah melakukan pengaturan dalam proses pengadaan barang dan jasa yakni PT Duta Graha Indah (DGI) sebagai pemenang pelelangan umum untuk pekerjaan pembangunan Wisma Atlet dan gedung serbaguna Provinsi Sumatera Selatan," kata Jaksa Penuntut Umum pada KPK Nurul Widiasih saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (29/7/2015).

Nurul membeberkan, Rizal yang juga Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet (KPWA) mengatur sejak proses lelang belum berlangsung. Rizal bertemu dengan pihak PT DGI sebelum lelang berlangsung. Akhirnya PT DGI ditetapkan sebagai pemenang.

Anak buah Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin itu tidak menggunakan jasa konsultan perencana dalam kegiatan perencanaan teknis pembangunan. Tidak dilibatkan pula jasa manajemen konstruksi sejak awal tahap perencanaan.

"Tidak mengalokasikan anggaran untuk kegiatan perencanaan pembangunan, mempengaruhi panitia pengadaan barang dan jasa untuk mengusulkan PT DGI sebagai pemenang lelang dan menetapkannya, serta mempengaruhi panitia pengadaan barang dan jasa untuk membuat harga perkiraan sendiri (HPS) berdasarkan rencana anggaran biaya (RAB) yang dibuat PT DGI," beber Nurul.

Terkait itu, PT DGI memberikan uang tunai dan fasilitas buat Rizal. Yakni uang Rp350 juta, pembayaran golf fee di Riverside Club Bogor Rp6 juta, akomodasi menginap di Hotel Santika Jakarta Rp3,7 juta. Keluarga Rizal juga menerima duit dari PT DGI.

"Tiket pesawat Garuda Indonesia tujuan Jakarta-Sydney-Jakarta atas nama terdakwa, Meriana Aryad (istri), Lisa Ramayanti dan Yulia Ranaputri (masing-masing anak) sejumlah USD3,300.02 dan akomodasi Hotel Sharon on Park Sidney sejumlah USD1,168.32," tambah Nurul.

Adapun terkait korupsi itu, negara dirugikan sejumlah Rp54.700.899.000, serta memperkaya orang lain.

Rizal didakwa melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Terkait dakwaan Jaksa, Rizal mengatakan akan mengajukan pledoi atau nota pembelaan. Pembelaan akan dibacakan pada Rabu 5 Agustus.


(TRK)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

1 hour Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA