Berantas Korupsi, PBNU Minta Kiai Hati-Hati Terima Hadiah

Patricia Vicka    •    Rabu, 29 Jul 2015 18:21 WIB
antikorupsi
Berantas Korupsi, PBNU Minta Kiai Hati-Hati Terima Hadiah
KH Ahmad Ishomuddin (kedua dari kiri) dan Alissa Wahid (tengah) saat memproklamasikan gerakan antikorupsi pesantren di Yogyakarta. Foto: MTVN/Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama meminta ulama, kiai, dan pimpinan pondok pesantren berhati-hati menerima hadiah. Pasalnya, banyak pihak yang memberikan hadiah dari hasil kejahatan seperti pencucian uang atau korupsi.

Rais Syuriah PBNU, KH Ahmad Ishomuddin, meminta mereka lebih waspada. "Apalagi menjelang pilkada. Cari tahu dulu asal-usul uang si pemberi hadiah," ujar Ishomuddin, dalam Halaqah Nasional Alim Ulama bertema Membangun Gerakan Antikorupsi, di Hotel Santika Yogyakarta, Rabu (29/7/2015).

Ia melanjutkan, PBNU juga meminta kiai dan ulama berani menolak hadiah dari koruptor. "Kadang kiai tidak mengerti kalau hadiah itu adalah hasil pencucian uang. Mereka mau menerima dengan maksud baik," katanya.

Putri sulung almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Alissa Wahid mengatakan selama ini para kiai sulit menolak pemberian hadiah.

"Untuk itu, kami meluncurkan gerakan antikorupsi. Kami harap kiai dan ulama jadi pihak yang menyuarakan moral antikorupsi kepada para santri," kata dia.

Ia akan mengunjungi sembilan kota untuk mengomunikasikan gerakan antikorupsi ini.


(UWA)