Fahri Hamzah: KPK seperti Preman

- 08 Mei 2013 10:56 wib
Fahri Hamzah--ANTARA/Ujang Zaelani/bb
Fahri Hamzah--ANTARA/Ujang Zaelani/bb

Metrotvnews.com, Jakarta: Politikus senior Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah menegaskan penolakan penyitaaan lima mobil DPP kemarin bukan bentuk perlawanan. Sikap PKS tersebut terjadi akibat penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi tidak membawa surat penyegelan.

"Apapun tetap harus pakai prosedur , Anda tiba-tiba didatangi orang mau nyita mobil atau rumah Anda. Kita tanya Anda siapa? Dia bilang KPK. Buktinya mana? Dia cuma bilang KPK. Ya gak bisa dong. Polisi pun berpakaian seragam harus bawa surat meski bajunya dipalsukan, harus ada simbol-simbolnya,"kata Fahri kepada Metrotvnews.com, Rabu (8/5).

Menurut Fahri, aksi KPK kemarin ibarat preman. KPK petantang-petenteng datang ke kantor DPP PKS.

"Kemarin gak bawa surat, jadi kaya preman. Kalau ada saya, saya tinju. Ini negara, bukan main-main. Itu namanya mencapai tujuan dengan menghalalkan berbagai cara," kata Fahri.

Fahri menginginkan di negara demokrasi seperti Indonesia ketika negara mengakses rakyat harus memiliki dasar yang kuat. Mesti ada pernyataan tertulis secara jelas.

"Di Amerika Serikat, negara tidak boleh mengakses seorang-seorang kecuali memberi akses. Kalau negara mau mengakses seseorang mereka mememberikan uang untuk membayar lawyeraya. Kalau di kita seenaknya saja," keluh Fahri.

Anggota Timwas Bank Century ini menuding, KPK tidak mengerti UUD. "Maunya tangkap saja," sesalnya.

Fahri meyakini sikap keras PKS ini tidak akan membuat citra PKS sebagai partai bersih terpuruk. Ia menegaskan siapapun yang semena-mena harus dilawan.

"Ya dong, rakyat sudah tahu. KPK lembaga negara yang anggotanya gajinya 5 kali lipat dari penegak hukum lain, Jadi jangan semena-mena," tegas Fahri.

Sejak Senin malam, penyidik KPK telah mendatangi Kantor DPP PKS dengan kelengkapan surat penyitaan namun dihalangi oleh penjaga gedung. Bahkan, juru bicara KPK Johan Budi, mengatakan membawa saksi TPPU LHI Ahmad Zaki ke DPP PKS untuk menunjukan keberadaan mobil tersenbut, meskipun kemudian Zaki melarikan diri keluar gedung DPP PKS dengan meloncat pagar.

Untuk itu, KPK pun memutuskan tidak melakukan penyitaan dengan alasan keamanan. Tidak sampai di situ, KPK pun berusaha untuk melakukan penyitaan pada Selasa (7/5) siang. Namun upaya tersebut kembali dihalangi sejumlah orang, serta pintu depan dan belakang Gedung PKS yang digembok.

()

Kunjungan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ke kampus ITB disambut aksi penolakan sejumlah mahasiswa…