Yulianis Lelah Kesaksiannya Bertahun-Tahun Dimentahkan KPK

Surya Perkasa    •    Rabu, 29 Jul 2015 19:51 WIB
Yulianis Lelah Kesaksiannya Bertahun-Tahun Dimentahkan KPK
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD (kanan) bersama Yulianis (tengah) dan Gede Pasek (kiri)-- Metrotvnews.com/Surya Perkasa

Metrotvnews.com, Jakarta: Bendahara grup perusahaan Nazaruddin, Yulianis, berkeluh-kesah kepada Mahfud MD lewat Twitter terkait kasus yang menyandung Nazaruddin dan Anas Urbaningrum. Yulianis mengaku lelah bertahun-tahun kesaksiannya tidak pernah didengarkan.

Hal ini pun dijadikan alasan Yulianis bertemu Mahfud dan membawa bukti untuk mengungkap permasalahan di kasus Nazaruddin dan Anas.

"Saya curhat di Twitter karena capek jadi saksi bertahun-tahun tapi hanya dimentahkan di tengah jalan," kata Yulianis usai bertemu Mahfud di Jalan Dempo, Matraman, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2015)

Yulianis juga sedih kesaksiannya kepada penyidik tidak didengarkan dan jadi pertimbangan. Padahal dia tahu penyidik juga bekerja keras untuk membongkar kasus Anas dan Nazar.

Sayangnya, kepentingan petinggi lembaga KPK justru mementahkan kerja keras penyidiknya sendiri.

"Penyidik KPK itu capek, kesulitan dan telah curahkan semua pemikirannya tapi dukungan di atasannya kurang. Saya cuma mau penegakan hukum itu setara untuk semua warga negara," tegas dia.

"Saya mau semua pihak lihat data. Yang punya permai itu siapa? Dari awal sampai akhir perusahaan permai punya Nazar, saya orang keuangannya, asetnya lari ke siapa saya tahu. Tapi ini semua dimentahkan," beber Yulianis kepada media.

Tiga hal yang dikeluhkan Yulianis dalam cuitnya yaitu Nazaruddin yang dapat ke luar penjara bersama istri di satu tempat, kesaksian Yulianis dalam persidangan Anas yang tidak jadi pertimbangan KPK, dan Nazaruddin yan masih mengendalikan perusahaan dan asetnya dari dalam penjara.

Mendengarkan keterangan Yulianis, Mahfud MD mengaku siap membantu Yulianis menyuarakan isi hatinya ke penegak hukum. Mantan ketua MK ini pun bakal berkomunikasi dengan KPK, MA dan Kemenkumham.

"Nanti saya yang akan protes langsung. Saya akan bawa Yulianis ke KPK, Kejaksaan dan Kemenkumham," tegas Mahfud saat mendampingi Yulianis berbicara ke media.
(AZF)