Petani Cirebon Kehilangan Puluhan Juta Rupiah Akibat Gagal Panen

Sobih AW Adnan    •    Rabu, 29 Jul 2015 20:15 WIB
kekeringan
Petani Cirebon Kehilangan Puluhan Juta Rupiah Akibat Gagal Panen
Petani di Kabupaten Cirebon hanya bisa pasrah sawah yang ditanaminya tak bisa panen. Foto: MTVN/Sobih

Metrotvnews.com, Cirebon: Para petani di Desa Ciawi Asih, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengalami gagal panen akibat kekeringan dan serangan hama.
 
“Tentunya dari tanam kedua ini para petani mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah,” ujar Kuwu (Kepala) Desa Ciawi Asih, M. Suyud, kepada Metrotvnews.com, Rabu (29/7/2015).
 
Menurut Suyud, total wilayah pertanian di desanya berjumlah sekitar 70 hektare. Dari lahan seluas itu, menurut Suyud, para petani hanya mendapatkan 1 hingga 3 karung hasil panen untuk setiap hektarenya.
 
“Jika bagus pun hanya mendapat sekitar 3,5 ton per hektar,” kata Suyud.
 
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan (Distanbunakhut) Kabupaten Cirebon, Muhidin, mengaku belum mendapatkan laporan mengenai kekeringan yang dialami di Desa Ciawi Asih, Kecamatan Susukanlebak.

Untuk itu, Muhidin berniat akan mengecek langsung ke lokasi titik kekeringan.
 
“Nah, kalau di Susukanlebak karena termasuk wilayah timur yang sebelumnya kami anggap tidak fatal, belum saya cek karena belum ada laporan. Kalau informasi kekeringan ini benar, saya kira bisa disebabkan faktor daerah tebing. Ini akan langsung saya cek. Selama sumber airnya ada, maka bisa langsung kami usahakan bantuan,” kata Muhidin.
 
Muhidin menjelaskan, selama ini pihaknya sedang fokus pada ancaman kekeringan di Kabupaten Cirebon wilayah barat.

Dijelaskan Muhidin, untuk wilayah Kabupaten Cirebon luas tanam keseluruhan pada musim hujan mencapai 46.000 hektare, sementara pada musim kekeringan yang tertanami hanya 23.000 hektare, sedangkan yang mengalami puso sampai 8.000 hektare dan sebagian besar terjadi di wilayah bagian barat.


(UWA)