Di Singapura, 2 Guru JIS Justru Menangi Gugatan

Wandi Yusuf    •    Rabu, 29 Jul 2015 21:14 WIB
jis
Di Singapura, 2 Guru JIS Justru Menangi Gugatan
Salah satu guru JIS yang menjadi terdakwa kasus pelecehan seksual terhadap muridnya, Ferdinant Tjong (rompi merah) dikawal polisi menuju ruang sidang vonis di PN Jaksel, Kamis (2/4). Foto: MI/Bary Fathahillah

Metrotvnews.com, Jakarta: Dua guru Jakarta International School (JIS), Neil Bantleman dan Ferdinant Tjiong, justru memenangi gugatan pencemaran nama baik di Pengadilan Singapura.

Sebelumnya, kedua guru itu digugat DR, ibu kandung AI, salah satu murid JIS yang disebut sebagai korban sodomi.

Sisca Tjiong, istri Ferdi, mengaku senang membaca hasil putusan Pengadilan Singapura melalui harian The Straits Times Singapura tertanggal 21 Juli. Putusan itu tercatat pada nomor perkara 779 tahun 2014.

“Saya bersyukur kebenaran itu akhirnya terungkap dengan hasil putusan Pengadilan Singapura. Doa-doa anak-anak saya yang semakin menderita sejak Ferdi ditahan lebih dari 12 bulan lalu, mulai terjawab," kata Sisca, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/7/2015).

Ia menjelaskan, dalam putusan itu, semua tuduhan DR terkait tindak kekerasan seksual terhadap AI yang dilakukan Neil dan Ferdi, tidak terbukti. Hal itu sesuai fakta persidangan berupa hasil pemeriksaan medis dari RS KK Women's and Children's Hospital.

Hasilnya, kata dia, tidak ditemukan luka atau bekas luka di daerah lubang pelepasan si anak. Kemudian, DR dan suaminya berulang-ulang menanyakan kepada Al apakah mengalami kekerasan seksual dan itu dijawab oleh Al tidak pernah.

Menurutnya, pemeriksaan medis dilakukan oleh tim dokter ahli bedah, ahli anastesi dan ahli psikologi. Supaya hasilnya akurat, pemeriksaan dilakukan melalui proses anuskopi lengkap di mana anak harus dibius total (anastesi), sehingga bagian dalam anus dapat terlihat jelas.

"Pemeriksaan inilah yang tidak dilakukan di Indonesia karena anak hanya diperiksa di Unit Gawat Darurat dan proses anuskopi tidak dilakukan," ujarnya.

Di samping itu, Sisca mengatakan kalau Pengadilan Singapura juga mengharuskan DR membayar ganti rugi sebesar 230 ribu dollar Singapura atau sekitar Rp 2,3 miliar. Dari jumlah itu, DR harus membayar kepada Neil dan Ferdi sebesar 130 ribu dollar Singapura.

"Kemudian ganti rugi kepada JIS sebesar 100 ribu dollar Singapura karena ulah DR dinilai telah merugikan sekolah tersebut," jelas dia.


(UWA)

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

Miryam Akui Mengarang Isi BAP Perkara KTP-el

8 hours Ago

Politikus Hanura Miryam S Haryani mengaku mencabut seluruh isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) d…

BERITA LAINNYA