Tak Hadir Dalam Sidang, Hakim Minta Bekas Kepala SKK Migas Dijemput Paksa

Renatha Swasty    •    Kamis, 30 Jul 2015 00:43 WIB
korupsi migas
Tak Hadir Dalam Sidang, Hakim Minta Bekas Kepala SKK Migas Dijemput Paksa
Mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini (kanan) menjadi saksi dalam sidang lanjutan suap SKK Migas di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (16/10/2014). ANT/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Bekas Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini bakal dipanggil paksa petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab, Rudi sudah tiga kali mangkir dalam sidang. Padahal, keterangannya sangat dibutuhkan sebagai saksi.

Keputusan ini diambil Hakim Ketua Artha Theresia dalam sidang lanjutan dengan terdakwa mantan Sekretaris Jenderal ESDM Waryono Karno. 

Seharusnya hari ini, Rabu (29/5/2015), Rudi diperiksa sebagai saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta.Tapi, ia menolak datang. "Kami memberikan panggilan untuk hari ini. Yang kami tangkap tidak hadirnya itu karena dia menuntut kalau dapat Justice Collaborator baru hadir. Kalau enggak dapet Justice Collaborator tidak mau hadir begitu yang kami tangkap," kata Jaksa Agus Prasetya menjelaskan perihal ketidakhadiran Rudi, Rabu (29/5/2015).

Agus mengatakan, petugas KPK sudah menunggu Rudi namun, Rudi tak mau keluar dari tempat ia di penjara, Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Menanggapi hal itu, Hakim Ketua Artha Theresia memutuskan buat mengeluarkan surat pemanggilan paksa pada Rudi. Ia bakal dihadirkan dalam sidang selanjutnya.

"Majelis akan mengeluarkan panggilan paksa untuk persidangan berikutnya kalau tidak mau angkut saja," tegas Hakim Artha.

Diketahui, dalam dakwaan Waryono Karno memberikan duit yang berjumlah USD140 ribu buat Sutan Bhatoegana. Duit diketahui berasal dari bekas Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.

Adapun uang diberikan supaya Sutan mengawal rapat yang akan berlangsung antara Komisi VII DPR RI dan KESDM perihal pembahasan penetapan asumsi makro APBNP 2013 minyak dan sub listrik dan pembahasan awal RKKL RAPBNP 2013.



(AZF)