Petani Tulungagung Diminta Jual Padi ke Bulog

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 30 Jul 2015 08:36 WIB
kementerian pertanianbulog
Petani Tulungagung Diminta Jual Padi ke Bulog
Ilustrasi -- FOTO: MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE

Metrotvnews.com, Tulungagung: Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus mengupayakan peningkatan penyerapan beras Perum Bulog. Untuk mencegah petani menjual hasil panen ke tengkulak, dirinya siap membantu apapun kebutuhan petani asal hasil panennya untuk memenuhi kebutuhan beras nasional.

Saat kunjungan kerjanya di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Mentan Amran merayu petani dengan memberikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) seperti pompa, alat pemotong padi otomatis (harvester), traktor asalkan petani bersedia menjual hasil panennya ke Bulog dengan harga yang saling menguntungkan.

"Ini demi merah putih, untuk swasembada pangan nasional. Semua ini bukan untuk menguntungkan Bulog, tetapi demi kebutuhan nasional agar tidak lagi ada impor beras ke depannya," kata Amran di lokasi panen raya di Desa Ngrendeng, Gondang, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu, 29 Juli 2015, seperti dikutip dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (30/7/2015).

Amran mengaku senang karena produktivitas beras di Tulungagung, Jawa Timur bisa mencapai tujuh ton per hektare (ha). Ia berjanji bantuan mesin panen atau combine harvester akan dipercepat 10 unit untuk Kabupetan Tulungagung.

"Kami janjian dengan Bupati aku penuhi 52 unit pompa, asal panennya semua dijual ke Bulog. Panen diserap, pompa dikasih. Selisih harga Rp100-Rp200/kg jangan dimasalahkan, aku beri pompa, traktor, dan combine harvester," ungkapnya.

Mentan Amran mengungkapkan, karena mampu mencapai produktivitas yang bagus, Tulungagung mendapat bantuan anggaran pertanian naik 400 persen tahun ini menjadi Rp43 miliar.

"Saya sudah pesan ke petani jangan jual panennya ke luar. Sudah akan dibeli Bulog, harga harapannya di atas pasaran Rp4.500 hingga Rp4.700/kg," katanya.

Saat ini, Bulog tahun ini tengah dikejar target serap beras petani untuk musim tanam April-September sebesar 2,75 juta ton. Bulog menyatakan siap blusukan 24 jam serap gabah hasil panen petani yang tinggal waktunya tersisa dua bulan lagi.

Direktur Pelayanan Publik Bulog Wahyu Suparyono menyatakan, siap membeli hasil panen petani di beberapa wilayah yang telah dikunjunginya bersama Menteri Pertanian.

"Mentan ini jiwanya blusukan, ini pas dengan Bulog. Sudah saatnya Bulog turun ke petani untuk serap sebanyak-banyaknya hasil panen. Mentan betul-betul menjaga ketahanan pangan sejalan dengan fungsi Bulog. Bulog juga siap blusukan 24 jam," ungkap Wahyu.

Terkait keluhan petani akan sulitnya memenuhi persyaratan menjual beras ke Bulog, Mentan menjelaskan, regulasinya sudah diubah. "Soal kadar air misalnya, sudah tidak jadi masalah, sekarang ada beras yang diserap komersial dan PSO (subsidi)," ungkapnya.

Di Tulungagung, Mentan Amran mendatangi empat titik, yakni Desa Ngrendeng untuk panen raya, Desa Kiping untuk tanam perdana, Desa Gondosuli untuk memantau irigasi, dan Desa Bono untuk memberikan bantuan pompa air dan pipa untuk mengatasi kekeringan yang melanda sebagian wilayah Tulungagung.

Dalam panen raya ini, Mentan Amran Dandim Tulungagung Rusman, Kadisperta Tulungagung Suprapti, Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, Dirjen Tanaman Pangan Hasil Sembiring, Direktur Pelayanan Publik Bulog Wahyu Suparyono, dan Kapolres Tulungagung.


(AHL)

Eks Dirut PNRI Sempat Terdiam saat Ditanya Peran Andi Narogong

Eks Dirut PNRI Sempat Terdiam saat Ditanya Peran Andi Narogong

35 minutes Ago

Mantan Direktur Umum PNRI, Isnu Edhi Wijaya menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi K…

BERITA LAINNYA