'Eksekutor' Sepak Bola Gajah PSS vs PSIS Siap Buka-bukaan Kepada Menpora

Ahmad Mustaqim    •    Kamis, 30 Jul 2015 10:56 WIB
kemenpora ads
'Eksekutor' Sepak Bola Gajah PSS vs PSIS Siap Buka-bukaan Kepada Menpora
Ketua Forum Diskusi Suporter Indonesia, Ary Wibowo (Foto: MTVN/Ahmad Mustaqim)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Setelah sekitar kurang lebih delapan bulan berlalu, para eks pemain PSS Sleman memberanikan diri memberikan keterangan terkait peristiwa sepak bola gajah saat bertemu PSIS Semarang pada laga delapan besar divisi utama, Minggu 26 Oktober 2014.

Dari sembilan eks pemain PSS Sleman yang hendak hadir, hanya empat yang hadir dalam forum "Kupas Tuntas Kasus Sepak Bola Gajah PSIS Semarang vs PSS Sleman" yang digelar Forum Diskusi Suporter Indonesia di Hotel Merapi-Merbabu, Sleman, Yogyakarta Rabu (29/07/2015) malam.

Empat eks pemain yang hadir di antaranya Satria (eks pemain belakang PSS Sleman), Ridwan (eks gelandang PSS Sleman), Moeniaga (eks penyerang PSS Sleman), dan Ronald (bukan nama sebenarnya). Para pemain ini merupakan starting eleven saat PSS Sleman bertemu PSIS Semarang, 26 Oktober 2014, lalu.

Satria mengatakan, ia dan rekan-rekannya membuka mulut mengenai sepak bola gajah atas dasar hati nurani. Para pemain, kata dia, ingin agar kebenaran atas peristiwa yang meramaikan publik sepak bola Indonesia bisa terungkap.

"Selama ini kami selalu disalahkan. Padahal kami ini korban dari drama sepak bola gajah," kata Satria di hadapan para awak media.

Satria mengaku sudah sejak lama ingin berbicara terkait hal tersebut, namun tidak kunjung ada kesempatan. Barulah dengan fasilitasi Forum Diskusi Suporter Indonesia akhirnya ia bersama rekannya bisa berbicara.

Satria menegaskan para pemain tidak memiliki keinginan menutupi kasus yang telah terjadi. Ia dan para pemain lain ingin bertemu langsung dan menjelaskan permasalahan yang sebenarnya terjadi kepada Menpora Imam Nahrawi.

"Kita tidak akan menutupi jika ketemu pak Menpora. Kami ingin perlindungan," ucapnya.

Ia menegaskan keinginan bertemu dengan Menpora Imam Nahrawi untuk meminta jaminan keamanan kepada para pemain. "Setelah jujur, bisa main bola lagi atau nggak," ungkapnya.

Ketua Forum Diskusi Suporter Indonesia, Ary Wibowo menambahkan, para pemain tersebut telah melayangkan sudah permohonan untuk bertemu dengan Menpora. Namun, hingga kini belum ada respons dari kementerian terkait.

"Sudah lebih dari satu minggu surat itu dikirim. Kami berharap Menpora membaca dengen meresponnya," tuturnya.


(ACF)