Belum Bayar Denda, Suspensi 4 Emiten Diperpanjang

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 30 Jul 2015 11:36 WIB
suspensi saham
Belum Bayar Denda, Suspensi 4 Emiten Diperpanjang
Ilustrasi -- FOTO ANTARA/Ismar Patrizki

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara (suspensi) perdagangan efek dari empat perusahaan tercatat karena belum membayar denda Rp150 juta dan juga belum menyampaikan laporan keuangan.

Selain itu, BEI juga menghentikan sementara perdagangan efek satu emiten di pasar reguler dan pasar tunai sejak sesi pertama perdagangan efek Kamis, 30 Juli 2015. Demikian disampaikan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group I Gede Nyoman Yetna dan Kepala Divisi Operasional Perdagangan Eko Siswanto, dalam laporannya di keterbukaan informasi BEI, Kamis (30/7/2015).

Keempat emiten yang diperpanjang suspensi perdagangan efeknya yakni PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) yang belum menyampaikan laporan keuangan interim per 31 Maret 2015 dan belum membayar denda. Suspensi perseroan dilakukan di pasar reguler dan tunai sejak 30 Juni 2015.

Lalu PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) yang belum menyampaikan laporan keuangan interim per 31 Maret 2015 dan belum membayar denda. Suspensi dilakukan di seluruh pasar sejak 4 Mei 2015.

Kemudian saham PT Permata Prima Sakti Tbk (TKGA) yang belum menyampaikan laporan keuangan interim per 31 Maret 2015 dan belum membayar denda. Suspensi perseroan dilakukan di pasar reguler dan tunai sejak 30 Juni 2015.

Serta saham PT Inovisi Infracom Tbk (INVS), di mana belum menyampaikan laporan keuangan interim per 31 Maret 2015 dan belum membayar denda. Suspensi perseroan dilakukan di seluruh pasar sejak 13 Februari 2015.

Sementara untuk saham PT Grahamas Citrawisata Tbk (GMCW) sudah menyampaikan laporan keuangan interim 31 Maret 2015 namun belum melakukan pembayaran denda. Status perseroan saat ini masih aktif di seluruh pasar.


(AHL)