Menpora Ingin Piala Kemerdekaan Berlangsung Aman, Nyaman, dan Jujur

   •    Kamis, 30 Jul 2015 12:56 WIB
kemenpora ads
Menpora Ingin Piala Kemerdekaan Berlangsung Aman, Nyaman, dan Jujur
Menpora Imam Nahrawi saat memberikan keterangan pers di di Kantor Kepresidenan (Foto: ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menpora Imam Nahrawi tidak ingin penyelenggaraan Piala Kemerdekaan yang digagas Tim Transisi sama dengan penyelenggaraan kompetisi lain di Indonesia. Dia berharap, ada inovasi yang diberikan panitia kepada penonton.

Inovasi yang dimaksud adalah soal keamanan dan kenyamanan. Imam mengharapkan, panitia bisa menjamin keamanan dan kenyamanan sehingga penonton tidak ragu datang ke stadion. Salah satunya ialah membuatkan loker khusus untuk menitipkan barang.

"Orang kalau mau nonton bola kan kadang merasa tidak aman kalau membawa tas. Nah kita berikan alternatif supaya tasnya bisa dititipkan di loker. Tapi apakah ada lokernya? Siapa yang menjaga? Ini harus dipikirkan dan
disiapkan dengan matang," ujarnya usai mengikuti pembukaan Pelatihan Paskibraka Tingkat Nasional Tahun 2015 di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP-PON), Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (29/7) malam.

Inovasi lain yang diharapkan Menpora adalah adanya pertandingan atletik sebelum "kick off" turnamen Piala Kemerdekaan mengingat ketersediaan lintasan lari di Stadion Manahan, Solo, tempat dilangsungkannya
pertandingan.

"Ini sekaligus untuk menggelorakan semangat anak-anak negeri kita agar cinta lari," Menpora menambahkan.

Yang terpenting, Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menekankan pentingnya komitmen kejujuran dari seluruh penyelenggara, perangkat pertandingan, wasit, asisten wasit, pelatih, dan pemain. Aparat hukum pun diminta berpartisipasi untuk melihat langsung proses pertandingan agar menjamin tidak terjadi kecurangan. Sedangkan dalam hal "sponsorship", kata dia, prinsip transparansi harus sangat diutamakan.

Dalam kesempatan ini Imam juga mengaku sudah mengetahui dan merestui keputusan Tim Transisi yang memundurkan jadwal kick-off Piala Kemerdekaan menjadi 15 Agustus.

"Alasannya karena Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sedang melakukan verifikasi terhadap operator (EO) dan terhadap pemain dari klub-klub itu yang beberapa memang belum menyerahkan persyaratan seperti
yang ditentukan Tim Transisi," katanya.

Terkait operator atau "event organizer" yang ditunjuk oleh Tim Transisi, ada satu yang sudah lolos verifikasi sedangkan satu lagi sedang dalam tahap verifikasi oleh BOPI.

Sebelumnya, Koordinator Pokja Komunikasi Tim Transisi, Cheppy T Wartono berharap dengan diundurnya pelaksanaan Piala Kemerdekaan, maka setiap klub dapat segera melengkapi berkas terutama nama-nama pemain yang akan diturunkan.

"Kami memberikan batas kepada klub untuk melengkapi persyaratan hingga 1 Agustus," katanya dengan tegas.

Dia mengatakan, hingga Rabu baru 14 klub yang sudah mengajukan nama-nama pemain. Artinya, masih ada 10 klub yang belum memasukkan nama-nama pemain.

"Banyak klub yang mengontrak mantan pemain ISL. Makanya masih banyak yang dalam proses. Semoga secepatnya dilengkapi," katanya menambahkan.

Pembukaan Piala Kemerdekaan sesuai dengan rencana akan dilakukan di Stadion Manahan Solo. Selanjutnya, pertandingan lainnya akan dilakukan di beberapa tempat yang telah ditetapkan yaitu Grup A di Medan, Grup B di Serang dan Cilegon, Grup C di Solo dan Bantul dan Grup D di Madiun. (ANT)


(ACF)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

17 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA