DPR Cium Potensi Penyimpangan Pengadaan Chip e-KTP

- 09 Mei 2013 08:02 wib
ANTARA/Rosa Panggabean/bb
ANTARA/Rosa Panggabean/bb

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Komisi II DPR Agun Gunandjar Sudarsa tak menapik kemungkinan potensi penyimpangan pengadaan chip elektronik kartu tanda penduduk (e-KTP). Akibatnya chip yang ada kurang berkualitas sehingga e-KTP tidak bisa difotokopi.

"Potensi seperti itu dimungkinkan terjadi. Tapi saya tidak mempersoalkan seperti itu. Kenapa kalau bisa berkualitas, kenapa kalau harganya lebih murah diganti," kata Agun kepada wartawan, Kamis (9/5).

Dugaan penyimpangan pengadaan chip e-KTP akan dibuktikan dengan memanggil Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan jajarannya usai reses pada 14 Mei 2013 nanti.

Komisi Dalam Negeri DPR ingin meminta penjelasan mengapa Mendagri tidak menyosialisasikan masalah ini sejak awal.

"Ketika ada edaran yang ditujukan kepada seluruh kementerian dan lembaga negara untuk tidak memfotokopi dan staples, buat kami itu mengagetkan, karena di luar bayangan kami keseharian. Kenapa chip yang dipilih demikian, yang dulu disampaikan lebih baik," tanya politikus Partai Golkar ini.

Dengan kondisi demikian, Agun mengatakan ada pembiayaan ulang untuk mengganti chip e-KTP. Padahal Komisi II DPR RI menggagas e-KTP seumur hidup.

"Hanya yang jadi persoalan dalam sisi perencanaan secara teknikal tidak terdekteksi sampai sejauh ini. Apakah BPTP sejak dari awal ada penanganan proyek ini, bahkan di awal kisruh agar diaudit sistemnya oleh BPK dan KPK. Ada yang luput," keluh Agun.

Karena itu, jika ada kealpaaan harus diperbaiki. Sebaliknya bila ada unsur kesengajaan maka harus diproses secara hukum.

()

Meski nama-nama cawapres itu sudah mengerucut menjadi tiga, Jokowi masih enggan menyebut nama-nama mereka.