Usut Suap Musi Banyuasin, KPK Panggil Politikus PKS

Yogi Bayu Aji    •    Kamis, 30 Jul 2015 13:23 WIB
ott
Usut Suap Musi Banyuasin, KPK Panggil Politikus PKS
KPK. Foto: Susanto/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil anggota DPRD Musi Banyuasin dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Dear Fauzul Azim. Dia akan diperiksa dalam kasus dugaan suap laporan keterangan dan pertanggungjawaban (LKPJ) 2014 dan pengesahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Musi Banyuasin  2015.

"Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SF (Syamsudin Fei)," kata Kepala Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, Kamis (30/7/2015).

Dear menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Muba. Sebagai pimpinan komisi, dia diduga kuat mengetahui proses pembahasan LKPJ dan APBD yang terindikasi berbau suap.

Namun, Priharsa belum bisa memastikan Dear bakal diperiksa perihal apa oleh penyidik KPK. "Yang pasti dia dipanggil karena keterangannya dibutuhkan penyidik,"  jelas dia.

Selain Dear, KPK juga memanggil beberapa saksi lainnya. Mereka adalah Kepala Dinas Pendidikan Nasional Muba M. Yusuf, Kadin PU Cipta KArya dan Pengairan Muba Zainal Arifin, Staf Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Sayuti, Kepala Seksi Dinas PU Bina Marga Muba Ahmad Fadly, dan Tersangka Bambang Kariyanto.

"Mereka dipanggil juga untuk tersangka SF," jelas dia.

KPK tengah membongkar kasus dugaan suap dalam pembahasan APBD Muba tahun anggaran 2015 di DPRD. Lembaga antikorupsi menangkap tangan empat tersangka dari pihak eksekutif dan legislatif Muba.

Tersangka dari legislatif Muba, yakni anggota DPRD asal PDI Perjuangan Bambang Karyanto dan anggota DPRD asal Fraksi Partai Gerinda Adam Munandar. Sementara dari pihak eksekutif, tersangkanya adalah Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Muba Syamsudin Fei dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Muba Fasyar.

Mereka terjaring saat sedang transaksi suap di rumah Bambang, Jalan Sanjaya, Alang-alang, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat 19 Juni. Saat penangkapan, penyidik KPK menemukan uang tunai sekitar Rp2,567 miliar pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu dalam tas merah marun.

Diduga, pemberian uang tersebut bukanlah yang pertama kalinya. Pada Januari lalu dikabarkan ada pula transaksi serupa dengan angka mencapai miliaran rupiah untuk pengesahan APBD Muba tahun anggaran 2015.

KPK sudah memeriksa beberapa saksi terkait kasus ini. Mereka di antaranya Bupati Musi Muba Pahri Azhari, anggota DPRD Muba, dan beberapa pegawai negeri sipil.

Bupati Banyuasin Pahri Azhari disebut-sebut sebagai inisiator pemberian suap kepada DPRD Muba. Bukti dugaan keterlibatan Pahri dalam kasus ini semakin kencang menyusul tim satuan tugas KPK menggeledah rumah dan kantornya.

Dari penggeledahan, KPK menemukan sejumlah dokumen yang ditengarai berkaitan dengan perkara tersebut. Tak hanya itu, KPK juga sudah melayangkan surat permintaan pencegahan ke luar negeri terhadap Pahri Azhari ke Direktorat Jenderal lmigrasi Kementerian Hukum dan HAM.


(KRI)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

8 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA