Gagalkan Pembentukan Pengadilan MH17, Rusia Dikecam Keras

Fajar Nugraha    •    Kamis, 30 Jul 2015 13:32 WIB
malaysia airlines
Gagalkan Pembentukan Pengadilan MH17, Rusia Dikecam Keras
Rusia veto pembentukan pengadilan MH17 (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, New York: Pemerintah Rusia mengeluarkan veto terkait upaya pembentukan pengadilan penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17. Atas keputusan itu, kecaman mengalir ke Rusia.

Australia dan Belanda mengecam sikap Rusia ini saat negara-negara menantikan keputusan Resolusi PBB terkait pengadilan MH17. Pengadilan ini sedianya akan mengadili mereka yang berada di balik penembakan pesawat yang menewaskan 298 orang tersebut.

"Rusia gagal untuk menunjukkan diri dan tampil dalam upaya pencarian keadilan di tingkat internasional," ujar Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, seperti dikutip Reuters, Kamis (30/7/2015).

"Veto yang dikeluarkan Rusia sangat mengecewakan tetapi tidak mengejutkan sama sekali," ucapnya.

Rutte menambahkan, negara-negara yang terlibat dalam penyelidikan yang dipimpin Belanda akan memfokuskan kepada pilihan hukum di tingkat internasional dan nasional.

"Tentynya fokus baru ini akan didukung oleh koaliasi internasional, karena para pelaku tidak boleh lepas dari hukuman," tegas Rutte.

Kecaman juga datang dari Perdana Menteri Australia Tony Abbott. Menurut Abbott veto dari Rusia ini sangat memalukan.

"Lewat tindakannya Rusia sudah memperlihatkan rasa tidak hormat kepada keluarga korban. Para keluarga memiliki hak untuk mengetahui siapa yang bertanggungjawab dan melihat mereka dihadapkan pada pengadilan," tutur Abbott.

Pesawat Malaysia Airlines MH17 ditembak jatuh pada Juli 2014 di atas wilayah udara Ukraina timur. Saat itu pasukan pemerintah terlibat pertempuran dengan kelompok separatis pro-Rusia.

Rusia menuduh pasukan Pemerintah Ukraian menembak jatuh pesawat tersebut. Sementara hasil penyelidikan yang dipimpin oleh Belanda mengatakan bahwa pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal anti-pesawat buatan Rusia, yang digunakan oleh separatis pro-Rusia.


(FJR)