Tolak Sistem Ahwa, Gus Sholah Calonkan Diri Jadi Ketum PBNU

Amir Zakky    •    Kamis, 30 Jul 2015 13:46 WIB
muktamar nahdlatul ulama
Tolak Sistem Ahwa, Gus Sholah Calonkan Diri Jadi Ketum PBNU
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid alias Gus Sholah (kiri). Foto: Antara/Widodo S Jusuf

Metrotvnews.com, Jombang: Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kiai Haji Salahuddin Wahid alias Gus Sholah menyatakan siap maju dalam bursa pencalonan ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-33 NU yang akan dibuka 1 Agustus.

"Saya siap bertarung dengan calon mana pun asal tidak memakai sistem Ahwa (ahlul halli wal aqdi) atau sistem penunjukan," kata adik almarhum Abdurrahman Wahid ini, di Jombang, Kamis (30/7/2015).

Gus Sholah mengatakan sistem Ahwa yang merupakan produk pengurus PBNU harus dibahas dan disetujui terlebih dulu oleh para muktamirin. "Sistem ini bukan produk kongres. Jika sistem ini dipakai dalam muktamar saat ini artinya kinerja panitia tak beres," tegasnya.

Gus Sholah berani berkata begitu karena dia meyakini hampir 80 persen PCNU se-Indonesia menolak sistem penunjukan karena sistem tersebut belum disepakati.

KH Hasyim Muzadi juga terang-terangan akan mencalonkan diri menjadi rais aam. Hasyim sudah melakukan ramah tamah dengan sekitar 800 lebih peserta muktamar dari seluruh Indonesia.

Gus Sholah dan Hasyim menggelar diskusi di masjid Ponpes Tebuireng. Dalam diskusi ini, Hasyim sempat menyindir kerja panitia muktamar yang dianggap tidak beres.

"Selain banyak berembus isu korupsi, isu politik juga sangat kencang," ujar mantan Ketua Umum PBNU itu.

Hasyim juga menolak tegas sistem Ahwa untuk menentukan ketua umum PBNU. "Hal tersebut sangat dipaksakan," ujarnya.


(UWA)