Saksi Akui Tiga Kali Serahkan Duit Buat Bupati Tanah Laut

Renatha Swasty    •    Kamis, 30 Jul 2015 14:44 WIB
suap
Saksi Akui Tiga Kali Serahkan Duit Buat Bupati Tanah Laut
Adriansyah saat hendak ditahan KPK----Ant/Hafidz Mubarak

Metrotvnews.com, Jakarta: Ajudan Direktur PT Mitra Maju Sukses (MMS) Andrew Hidayat, Briptu Agung Krisdiantoro, mengaku memberikan uang sebanyak tiga kali buat Bupati Tanah Laut Bambang Alamsyah. Uang diberikan melalui ajudan Bambang.

Agung menjelaskan, Andrew memerintahkan dia untuk memberikan uang buat Bambang. Uang itu lalu diberikan lewat ajudannya, Adi Wibowo.

"Anda serahkan ke Adi untuk ke Bambang?" tanya Hakim John Halasan Butar-butar.

"Setahu saya Pak Bambang, kata Pak Andrew seperti itu," beber Agung saat bersaksi untuk terdakwa Andrew Hidayat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2015).

Uang diberikan sebanyak tiga kali, yakni pada 24 September 2013 di Millenium, Tanah Abang, jumlahnya tak diingat Agung. Lalu, 10 September 2014) di Grand Indonesia sejumlah Rp1,4 miliar yang ditukar dengan dolar Amerika Serikat. Terakhir, 3 April 2015 di Shangrilla, Jakarta, sejumlah Rp300 juta.

Saat ditanyakan perihal penyerahan uang itu, Adi Wibowo yang juga hadir dalam sidang membantahnya. "Tidak pernah," kata Adi.

Hakim John Halasan Butar-butar bingung. Ia menanyakan kembali hal itu pada Agung. Agung menyatakan, ia yakin orang yang ia temui untuk menyerahkan duit dari Andrew adalah Adi. "1000 persen orangnya ini," tandas Agung.

Seperti diketahui, Briptu Agung diketahui ikut terjaring dalam operasi tangkap tangan KPK pada 9 April lalu. Dia dicokok di Swiss-Bel Hotel di Sanur, Bali, saat sedang menyerahkan sejumlah uang kepada Adriansyah.

Agung berperan sebagai kurir atau perantara uang dalam kasua dugaan suap ini. Namun usai digiring ke Gedung KPK dan diperiksa intensif selama 1 x 24 jam, anggota Polri itu dibebaskan.

KPK beralasan, penyidik belum menemukan dua alat bukti cukup untuk menjerat Agung dalam kasus ini. "Dilepas itu bukan berarti tidak akan diperiksa lagi. Nanti akan diperiksa," kata Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Johan Budi SP beberapa waktu silam.

Dalam kasus ini, lembaga antikorupsi sudah menetapkan dua tersangka. Mereka adalah anggota DPR sekaligus mantan Bupati Tanah laut Adriansyah dan Direktur PT MMS Andrew Hidayat.

Saat menangkap keduanya, KPK mengamankan sejumlah uang. Uang itu terdiri dari pecahan seribu dollar Singapura sebanyak 40 lembar, 485 lembar pecahan Rp100 ribu, lalu 147 lembar pecahan Rp50 ribu.

Informasi dihimpun, Andrew memberi suap lantaran PT MMS juga punya usaha lain terkait tambang. Perusahaan ini juga merupakan subkontraktor yang menjalankan usaha pertambangan PT Indoasia Cemerlang yang mendapat izin usaha dari Adriansyah saat menjadi Bupati Tanah Laut pada 2009.

Sebagai subkontraktor, PT MMS berkepentingan melanjutkan usaha tambang batu bara. Namun, izin mereka hampir habis sehingga Andrew diduga mengeluarkan fulus untuk mendapat izin tambahan.

KPK menjerat Adriansyah dengan pasal 12 huruf b atau pasal 5 ayat 2 juncto pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 11 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 64 ayat 1 KUHPidana. Sementara, Andrew Hidayat diduga melanggar pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 64 ayat 1 KUHPidana.




(MBM)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

1 day Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA