Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Tugas LPSK Bertambah

Intan fauzi    •    Kamis, 30 Jul 2015 15:19 WIB
kekerasan anak
Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Tugas LPSK Bertambah
Stop kekerasan pada anak (Foto:Antara/R Rekotomo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Meningkatnya kasus kekerasan pada anak membuat fokus dan ruang lingkup perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bertambah. Tidak hanya pelanggaran HAM berat, korupsi, terorisme, narkotika dan perdagangan manusia, tetapi juga kekerasan seksual terhadap anak.
 
Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai mengatakan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, fokus kerja LPSK bertambah, seperti penyiksaan, pencucian uang, kekerasan seksual terhadap anak, dan tindak pidana lain yang membahayakan jiwa saksi dan korban.
 
“Dengan adanya tambahan tindak pidana yang jadi fokus LPSK, ruang lingkup LPSK juga semakin luas," kata Haris di Hotel Sofyan, Jalan Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2015).
 
Dari banyak kasus, ada satu tindak pidana yang menarik perhatian LPSK, yakni tindak kekerasan seksual terhadap anak. "Ada satu tindak pidana yang menurut kami cukup menarik jadi fokus pembicaraan, yaitu kekerasan seksual pada anak," ujarnya.
 
LPSK menyadari, kekerasan terhadap anak merata di seluruh Indonesia. Pelaku tindak kekerasan pada anak sangat beragam dari orang terdekat korban hingga aparat penegak hukum.
 
"Implikasi atas kekerasan yang dialami anak bukan hanya dirasakan saat peristiwa, tetapi juga menghancurkan kehidupan dan masa depan si anak. Perlu dijadikan perhatian kembali agar semua pihak merasa bertanggung jawab mencegah dan mengakhiri kekerasan pada anak," tegasnya.


(FZN)