Suap di Kemendag

Polda akan Blokir Rekening Miliaran di Kasus Dwelling Time

Lukman Diah Sari    •    Kamis, 30 Jul 2015 15:58 WIB
suap di kemendag
Polda akan Blokir Rekening Miliaran di Kasus <i>Dwelling Time</i>
Satgas Khusus Polda Metro Jaya menggeledah kantor Kementerian Perdagangan di Gambir, Jakarta Pusat, Senin 28 Juli 2015. Foto: MI/Atet Dwi Pramadia

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Polda Metro Jaya membuka peluang memblokir rekening milik pekerja harian lepas di Direktorat Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, MU. Rekening MU berisi uang miliaran rupiah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes M Iqbal menegaskan, pihaknya akan memblokir rekening tersebut. "Ya akan diblokir bila diperlukan," kata M Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2015).

Penemuan tabungan berisi miliaran rupiah itu didapatkan saat penyidik Polda Metro Jaya menggeledah kantor Ditjen Perdagangan Luar Negeri, 28 Juli. Sejumlah dokumen diamankan saat itu.

Diduga, uang miliaran rupiah itu milik atasan MU. Namun, Polda Metro belum dapat memastikan hal tersebut karena masih dalam pendalaman.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengungkapkan, tersangka kasus dugaan gratifikasi dan suap di Kemendag inisial MU punya uang miliaran. Padahal, ia hanya pekerja harian lepas di Kemendag.

"MU dari dalam, dia pekerja harian lepas. Kami sudah buka rekeningnya, nilainya miliaran," kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu 29 Juli 2015.

Sementara Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengatakan, uang tersebut diduga bukan milik MU. "Dia bercerita, uang itu bukan punya dia," kata  Krishna.

Tito menyampaikan, penyidik akan mengembangkan kasus dugaan suap dan gratifikasi ini hingga ke orang-orang yang di atas MU. "Akan kami kembangkan sampai di mana di atasnya," paparnya.

Berdasarkan keterangan sementara MU, uang tersebut untuk seorang broker inisial N atas perintah I. Polisi memeriksa intensif enam orang yang diduga mengetahui kasus ini.

Polisi mengintai permainan kotor oknum di Kementerian Perdagangan selama satu bulan. Selasa 28 Juli, tiga tim Polda Metro Jaya menggeledah kantor Dirjen Perdagangan Luar Negeri dan menemukan bukti dugaan suap dan gratifikasi.


(MBM)