Polri Masih Buru Bos Kelompok Teroris Santoso

- 09 Mei 2013 17:22 wib
Dok Micom/cs
Dok Micom/cs

Metrotvnews.com, Jakarta: Kelompok teroris di bawah komando Santoso mendapat pasokan senjata api dan amunisi dari Filipina. Abu Umar adalah tersangka penyelundup yang ditangkap pada 2008 di Surabaya. Abu Umar dan Santoso melakukan kerja sama dalam hal pengadaan senjata api demi menggalang dana teroris.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Boy Rafli Amar, di Jakarta, Kamis (9/5), menjelaskan pascapenangkapan Abu  Umar, pengikut setia Santoso gencar menebar teror seperti perampokan Bank CIMB Niaga di Medan, teror Poso, dan ancaman teror terhadap Gubernur Sulsel. Kelompok itu juga disebut terkait dengan bom di Depok.

"Memang sampai hari ini kami masih mencari Santoso. Seberapa kekuatan kelompok dia, kami belum tahu. Upaya untuk menelusuri kelompok terdahulu, katakanlah Santoso dkk masih terus kami lakukan," terang Boy.

Lebih jauh, terang Boy, Polri tidak berdiam diri menyikapi persoalan itu. Rangkaian peristiwa terkait penggalangan dana itu telah melahirkan beberapa kejahatan baru. Polisi berupaya melacak keberadaan pelaku dan bom rakitan agar bisa diantisipasi dan tidak meledak.

Dari seluruh rangkaian penggerebekan, tim Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror Polri menyita enam senjata api jenis revolver, satu pistol FN, satu pistol jenis Browning rakitan, 353 butir peluru berbagai kaliber, tiga bom pipa, satu granat manggis, satu magasin, laptop, perhiasan hasil rampokan, empat sepeda motor, pisau, uang tunai Rp36 juta, flash disk, dan denah lokasi target perampokan. (Golda Eksa)

()

MESKI sudah tercapai kata islah atau damai, namun kubu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma…