Juli, Luas Kekeringan NTB Mencapai 4,046 Ha

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 30 Jul 2015 17:35 WIB
kekeringan
Juli, Luas Kekeringan NTB Mencapai 4,046 Ha
Ilustrasi kekeringan. FOTO ANTARA/Budi Afandi/nym

Metrotvnews.com, Mataram: Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyampaikan luas kekeringan pada komoditi tanaman pangan yang terjadi sampai dengan minggu keempat Juli 2015 mencapai 4.046,80 hektare (ha).

"Kekeringan di NTB sampai 30 Juli 2015, ada 4,046 ha. Sementara yang mengalami gagal panen seluas 353 ha," ujar Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura NTB, Husnul Fauzi di kantornya, Mataram, Kamis (30/7/2015).

Dia merinci, klasifikasi luas kekeringan yang tergolong ringan ada 2,161 ha, sedang 1,119 ha, berat 294 ha dan lahan puso 353 ha. Sementara dari segi komoditasnya, hanya untuk lahan padi. "Itu yang terkena pada komoditas padi, tanpa ada komoditas lain," lanjut dia.

Meskipun demikian, dirinya mengakui jika luas tanaman padi yang gagal panen akibat kekeringan tahun 2015 jauh lebih rendah dibandingkan dengan kondisi kekeringan 2014. "Pada 2014, luas tanaman padi yang puso akibat kekeringan seluas 3,427 ha," terangnya.

Dengan demikian, sasaran produksi padi 2015 yang direncanakan sebesar 2,29 juta ton GKG optimistis dapat dicapai. Berdasarkan angka ramalan I BPS bahwa pencapaian produksi padi di NTB tahun 2015 sebesar 2,26 juta ton GKG atau meningkat 6,86 persen dibandingkan dengan angka tetap produksi padi NTB tahun 2014 sebesar 2,11 juta ton GKG.

"Terjadi kekeringan pada tanaman pangan disebabkan antara lain kondisi perubahan iklim yaitu masih terjadinya hujan yang cukup tinggi pada April dan Mei sehingga d beberapa daerah yang biasanya menanam palawija beralih ke tanaman padi. Selain itu, di beberapa lokasi memang ada sebagian petani yang menanam padi melebihi luas areal yang direkomendasikan," pungkas dia.


(AHL)