Petani Keluhkan Harga Garam Rp200 per Kg

Sobih AW Adnan    •    Kamis, 30 Jul 2015 18:50 WIB
garam
Petani Keluhkan Harga Garam Rp200 per Kg
Seorang petani memanen garam di Cirebon, Metrotvnews.com/ Sobih Abdul Wahid

Metrotvnews.com, Cirebon: Ratusan petani garam yang berada di Desa Rawaurip Kecamatan Pangenan Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengeluhkan harga jual garam yang terus menurun. Untuk masa panen kali ini, petani harus merelakan garamnya dibanderol Rp200 per Kg.
 
“Dua hari lalu harga garam per kilonya masih Rp225 perak, hari ini sudah turun lagi menjadi Rp200 perak per Kg," ujar Asmali, petani garam di Desa Rawaurip, Kamis (30/7/2015).
 
Menurut Asmali, garam garapannya memulai panen pertama pada bulan Juni 2015, saat itu, hasil panennya masih dihargai Rp400 per kilogram, kemudian pada pekan-pekan selanjutnya terus mengalami penurunan yang mencemaskan.
 
“Kalau nanti sudah banyak garam, antara tiga atau empat bulanan masa panen pastinya bisa di bawah 100 rupiah per kilo,” keluh Asmali.
 
Selain oleh Asmali, keluhan juga diutarakan Leman. Menurut dia rendahnya harga garam dipengaruhi oleh dua faktor, pertama, permainan para tengkulak. Faktor kedua petani tak tahu tentang standarisasi harga garam.
 
“Bisa dibilang semua petani yang ada di sini seperti itu, bon (hutang) dulu kepada para tengkulak pada masa sebelum panen, nanti hasil untuk penjualan garamnya tidak boleh kepada selain penimbang (tengkulak) yang memberikan bon. Padahal bonnya paling Rp200 sampai Rp500 ribu,” katanya.
 
Baik Asmali maupun Leman berharap pemerintah segera turun tangan guna menghentikan potensi hancurnya pasaran garam lokal akibat permainan para tengkulak. Menurut mereka, untuk panen kali ini, tidak ada sedikitpun keuntungan yang bisa dirasakan para petani.


(RRN)