Ini Kronologi Versi 'Koboi Jalanan' Saat Beraksi

Arga sumantri    •    Kamis, 30 Jul 2015 19:51 WIB
Ini Kronologi Versi 'Koboi Jalanan' Saat Beraksi
Rachmanto, tersangka koboi jalanan ditangkap polisi. Foto: MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Rachmanto, 39, Pengendara KIA Picanto yang menembak mobil Daihatsu Xenia di Jalan Tol JORR tiga hari yang lalu berhasil diringkus Polisi. Secara rinci dia menceritakan kronologis kejadian penembakan itu.

Rachmanto menceritakan, saat sedang mengemudikan mobil KIA Picanto dengan nomor polisi B 1191 SZN mengaku tak terima saat disalip korban yang bernama Dwi yang mengemudikan mobil Daihatsu Xenia. Kendaraan yang dikemudikan keduanya pun terlibat aksi saling salip. Saat itu, kondisi jalanan tak begitu padat.

"tidak kosong juga dia nyalip-nyalip saja, posisinya waktu itu di lajur kanan. Saya sudah berhasil nyalip, dia nambah gas, saya gas lagi," kata Rachmanto di Mapolres Jakarta Timur (30/7/2015).

Rachmanto mengaku, emosinya semakin memuncak saat melihat di dalam mobil Xenia milik korban terdapat anak kecil. Namun, korban seolah tak megnhiraukan dan terus memacu mobilnya dengan kencang.

"Pas saya lihat ada anak kecil di dalam mobil dia (korban), makin jengkel saja saya. Kok berani bawa mobil kencang sementara ada anak kecil," kata Rachmanto.

Saat mobil keduanya sejajar, Rachmanto kemudian membuka kaca mobil sebelah kirinya. Dia kemudian mengambil jenis Baretta M84 miliknya dan menembak kaca mobil korban. Dia beralasan aksi nekadnya itu lantaran kesal dan hanya ingin memberi peringatan.

"Saya hanya ngasih peringatan saja. Tidak bermaksud menghilangkan nyawa orang. Kesal saya mobil disalip," tambahnya.

Tiga hari berselang, Rachmanto kemudian diciduk anggota Polres Jakarta Timur di rumahnya di Tangerang Selatan, Rabu 29 Juli malam. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sales marketing di salah satu perusahaan mobil truck itu dibui lantaran aksi 'koboi jalanan" nya.

Polisi juga menyita senjata air gun tipe Baretta M84 beserta ratusan proyektil kuningan dan plastik miliknya. Dia disangkakan melanggar Undang-undang Darurat no 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Selain itu pelaku juga bakal dijerat dengan Pasal 335 KUHP atas perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman lima tahun kurungan.

Dia mengaku mendapat senjata dan ikut klub menembak di Rangers Shooting Club. Polisi kini tengah menyelidiki klub tembak tersebut guna memastikan sejauh mana klub menembak itu berwenang mengeluarkan senjata api.
(DEN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA