Polisi Selidiki Asal-usul Lokasi Cetak Sawah Fiktif di Kalimantan

Meilikhah    •    Kamis, 30 Jul 2015 20:01 WIB
tipikor
Polisi Selidiki Asal-usul Lokasi Cetak Sawah Fiktif di Kalimantan
Salah satu saksi yang juga mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan terkait proyek cetak sawah fiktif di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/6). Foto: Antara/Muhammad Adimaja.

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri terus menyidik kasus proyek sawah fiktif yang digagas Kementerian BUMN era Dahlan Iskan, termasuk mengapa pemilihan lokasinya di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

"Ada hal-hal yang perlu kita dalami lagi mengapa lokasi yang dipilih itu seperti itu. Mungkin apakah ini layak atau tidak," ujar Kasubdit III Dir Tipikor, Kombes Cahyono Wibowo, di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2015).

Sejauh ini, kata Cahyono, sebanyak 41 saksi dan 1 tersangka yakni URW telah diperiksa penyidik. Penyidik juga telah menyita sebanyak Rp69 miliar dari keuntungan 7 perusahaan yang menyumbangkan keuntungannya untuk melancarkan proyek cetak sawah dengan total nilai kegiatan sebesar Rp360 miliar. 

Ketujuh perusahaan tersebut adalah BNI, BRI, PT Asuransi Kesehatan, Pertamina, Hutama Karya, PT Sang Hyang Seri dan PGN.

"Keuntungan itu dikumpulkan sejak 2012 dari 7 perusahaan BUMN. Tahun 2013 proyeknya dihentikan karena ada indikasi menyimpang kemudian ditunjuklah PT Pupuk Indonesia sebagai pelaksana proyek tersebut," terang Cahyono.

Proyek yang digagas Kementerian BUMN ini mencanangkan pencetakan sawah seluas 40 ribu hektare, namun nyatanya baru 10 ribu hektare saja yang dikerjakan. Pengerjaan pun dinilai asal-asalan lantaran sawah seluas 10 ribu hektare yang telah dicetak tak bisa digunakan.


(DRI)

ICW: Vonis Novanto tak Bikin Jera

ICW: Vonis Novanto tak Bikin Jera

21 minutes Ago

Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW Tama S. Langkun, hukuman Novanto tak memb…

BERITA LAINNYA