Saat Beraksi, 'Koboi Jalanan' Memacu Mobilnya Hingga 110 Kilometer per Jam

Arga sumantri    •    Kamis, 30 Jul 2015 20:06 WIB
Saat Beraksi, 'Koboi Jalanan' Memacu Mobilnya Hingga 110 Kilometer per Jam
Rachmanto, tersangka koboi jalanan ditangkap polisi. Foto: MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Rachmanto, 39, pelaku aksi 'koboi jalanan' di Jalan Tol JORR mengaku saat menembak kendaraan Daihatsu Xenia yang dikemudikan korban bernama Dwi dalam kecepatan 110 kilometer per jam.

"Waktu itu, kecepatan cukup tinggi mas. Ada sekitar 110 kilometer per jam. Kalau Xenia nya mungkin kecepatannya sekitar 100 kilometer per jam," kata Rachmanto di Mapolres Jakarta Timur, Kamis (30/7/2015).

Kendati terbukti bersalah, dia berkelit kalau aksinya itu dilakukan lantaran berniat memperingati korban bernama Dwi itu agar tidak membawa kendaraannya terlalu kencang. Sebab dia melihat ada anak kecil di dalam mobil Daihatsu Xenia yang dikemudikan Dwi.

"Saya hanya ngasih peringatan saja. Tidak bermaksud menghilangkan nyawa orang. Kesal saya mobil disalip. Kok berani bawa mobil kencang sementara ada anak kecil," ungkapnya.

"Saya akui penembakan itu saya salah, saya hilaf. Awalnya saya mau berhentiin itu mobil dan mau ngomong secara baik-baik, tapi tidak bisa, posisi kendaraan sama-sama kencang," kelitnya.

Sebelumnya, Rachmanto berhasil diciduk Polres Jakarta Timur di rumahnya di Tangerang Selatan, Rabu 29 Juli malam. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sales marketing di salah satu perusahaan mobil truck itu harus mendekam di balik jeruji besi lantaran aksi 'koboi jalanan" nya.

Dalam kasus ini, Polisi juga menyita senjata air gun tipe Baretta M84 beserta ratusan proyektil kuningan dan plastik miliknya. Dia disangkakan melanggar Undang-undang Darurat no. 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Selain itu pelaku juga bakal dijerat dengan Pasal 335 KUHP atas perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman lima tahun.

Rachmanto mengaku mendapat senjata dan ikut klub menembak di Jakarta bernama Rangers Shooting Club. Polisi kini tengah menyelidiki klub tembak tersebut guna memastikan sejauh mana klub menembak itu berwenang mengeluarkan senjata api.
(DEN)