Kasus Suap Dwelling Time, Kementerian Lain Juga Harus Ditertibkan

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 30 Jul 2015 22:39 WIB
dwelling time
Kasus Suap <i>Dwelling Time</i>, Kementerian Lain Juga Harus Ditertibkan
Menteri Perdagangan Rahmat Gobel. Foto:Antara/Fenny Selly.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengatakan proses izin impor di Pelabuhan Tanjung Priok melibatkan banyak pihak. Gobel meminta agar tidak hanya kementeriannya saja yang dipersalahkan terkait kasus suap dwelling time atau bongkar-muat barang.

"Ini memang harus ditertibkan. Dan ini bukan hanya di Kementerian Perdagangan. Tapi di semua, baik itu di Pelindo sendiri, harus tertib. Tidak bisa hanya di Kemendag. Kementerian lain juga demikian," kata Gobel saat konferensi persnya di Kantor Kemendag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2015).

Untuk kementeriannya, Gobel sadar Permendag Nomor 48 Tahun 2015 tentang Ketentuan Umum di Bidang Impor masih belum 'bernyawa' di lapangan. Banyak oknum importir yang tidak mengurus izinnya terlebih dahulu, sebelum memberangkatkan barang impor dari tempat asal.

"Itulah perlunya pengawasan. Karena ini masalahnya disiplin. Aturan sudah ada, (tapi) tidak disiplin dilaksanakannya," ungkap dia.

Bagi Gobel, penggeledahan dan berujung pada penemuan puluhan ribu uang dolar Amerika dan ribuan uang dolar Singapura di lantai sembilan, kantornya, adalah musibah besar. Penemuan dugaan uang suap kasus dwelling time itu, dilakukan oleh Polda Metro Jaya, Selasa, 28 Juli silam.

Dari sana, Polda Metro Jaya langsung memeriksa Dirjen Perdagangan Luar Negeri nonaktif Partogi Pangaribuan, pagi tadi. Gobel pun tidak merasa keberatan atas pemeriksaan anak buahnya tersebut.

"Saya kira ini hal yang positif. Karena kita melakukan perbaikan dan penyempurnaan. Saya kira itu bagus, tidak ada masalah. Saya berterima kasih pada polisi yang melakukan hal ini," ucap Gobel.


(DRI)