Tarif Naik, Organda Janji Pelayanan Angkot akan Ditingkatkan

- 10 Mei 2013 08:52 wib
ANTARA/M Agung Rajasa/rj
ANTARA/M Agung Rajasa/rj

Metrotvnews.com, Jakarta: Rencana pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di kisaran Rp6.000 - Rp6.500 juga akan dibarengi dengan kenaikan tarif angkutan umum.

Dengan kenaikan tarif tersebut, Organisasi Angkutan Darat (Organda) berjanji untuk meningkatkan pelayanan dan fasilitas angkutan umum yang beroperasi.

Penegasan itu disampaikan oleh Ketua Organda Jakarta Soedirman ketika dihubungi Metrotvnews.com, Kamis (9/5).

Soedirman menjelaskan bahwa masih minimnya pelayanan angkutan umum yang beroperasi saat ini karena dalam waktu lima tahun ke belakang pihaknya tidak pernah menaikan tarif untuk angkutan penumpang.

"Industri penumpang di Indonesia sudah mengalami inflasi sejak 3 tahun yang lalu. Jadi, kenaikan sudah tidak bisa dibendung lagi ditambah pemerintah yang akan menaikan harga BBM subsidi," jelas Soedirman.

Dengan rencana kenaikan harga BBM subsidi yang akan dilangsungkan dalam waktu dekat ini, Organda juga berjanji akan meminta para pelaku usaha industri angkutan umum untuk meningkatkan pelayanan untuk masyarakat.

Tidak hanya itu, Soedirman juga menjelaskan mengapa selama ini pelayanan angkutan umum khususnya di Jabodetabek mengalami penurunan yang cukup signifikan, armada yang tidak layak jalan, kondisi armada yang sudah tua. Menurutnya, itu semua terjadi karena pelaku usaha industri angkutan umum sudah tidak pernah menaikan tarif selama lima tahun.

"Jadi memang harus dinaikan, kalau tidak naik industri angkutan umum tidak akan bisa hidup lagi. Tapi tentu kita berjanji juga akan dibarengi dengan peningkatan mutu dan pelayanan untuk masyarakat," jelasnya.

Tidak hanya akan berjanji untuk meningkatkan pelayanan, Organda juga mengritik pemerintah yang selama ini hanya memberikan subsidi untuk transportasi massal TransJakarta.

Padahal, menurutnya, pengguna busway merupakan masyarakat kelas menengah yang notabene tidak membutuhkan subsidi dari pemerintah.

"Jelas yang naik angkot itu kaum menengah ke bawah yang lebih memerlukan subsidi dari pemerintah. Tapi nyatanya pemerintah tidak bisa melindungi hak masyarakat dan justru akan menaikan BBM untuk angkutan umum," pungkasnya.

()

MESKI sudah tercapai kata islah atau damai, namun kubu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma…