Keluarga Berharap bisa Melihat Jenazah Angga

- 10 Mei 2013 15:25 wib
MI/Liliek Dharmawan/rj
MI/Liliek Dharmawan/rj

Metrotvnews.com, Bandung: Keluarga terduga teroris Budi Syarif alias Angga di Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, berharap bisa melihat jenazah anggota keluarganya. Angga tewas dalam baku tembak di Cigondewah, Bandung, kemarin.

"Saya menunggu kesempatan untuk bisa melihat jenazah adik saya dan memastikan itu jenazah Budi atau bukan. Sejauh ini kami masih menunggu kesempatan dan menunggu kabar dari Mabes Polri," kata Heri (33), kakak Budi Syarif, saat penggeledahan rumah orang tuan Budi di Banjaran, Jumat (10/5).

Menurut Heri, ia belum tahu prosesnya untuk memastikan jenazah adiknya itu. Ia berharap Polri memfasilitasi. Heri menjelaskan, saat baku tembak di Cigondewah, ia beserta orang tua dan istri Budi, Ina (29), sempat dipanggil ke Polres Bandung.

Bahkan Heri dibawa ke lokasi baku tembak di Kampung Baturengat, Cigondewah, Kecamatan Margaasih. Saat itu ia tidak sempat melihat jenazah yang dibawa oleh Densus 88 Antiteror setelah baku tembak berlangsung selama sembilan jam. "Saya sempat ke lokasi itu, namun tidak sempat melihat jenazah adik saya," kata Heri.

Heri mengetahui adiknya menjadi target dari operasi Densus 88 dari televisi yang menayangkan langsung foto Budi alias Angga itu. "Di televisi diperlihatkan fotonya, dan saat itu saya yakin itu adalah adik saya. Tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Kaget dan syok sekali. Termasuk orang tua saya" kata Heri.

Budi adalah anak terakhir dari lima bersaudara dari pasangan Suparman (56) dan Ny Euis (53). Orang tua Budi tinggal di Gg Kelana Desa Banjaran Wetan, Bandung. Suparman, Euis dan istri Budi telah dimintai keterangan oleh penyidik.

Menurut Heri, keluarga putus kontak dengan Budi sejak beberapa bulan lalu. Heri tahu adiknya bekerja di Jakarta. Ia tidak menyangka bila terlihat dalam kejadian terorisme itu. "Ya kami putus kontak, namun katanya ia bekerja di Jakarta. Saya tak menyangka bila ia punya kegiatan lain. Selama ini ia sangat santun dan ibadahnya jauh lebih hebat dari saya saudara-saudaranya," kata Heri.

Heri membenarkan adiknya sempat kuliah di IAIN di Jakarta. Tapi Heri kurang tahu jurusan yang diambilnya. Setelah itu ia menikah dengan Ina, gadis asal Magelang dan dikaruniai lima orang putra dan putri. Ia menyebutkan tidak pernah keluarga besarnya tinggal di Cijerah, Bandung atau di daerah lainnya, sebelumnya sempat ditemukan KTP milik Angga beralamtkan Cijerah, Kota Bandung.

Rumah orang tua Budi, Jumat (10/5), digeledah oleh Tim Densus 88 Antiteror. Polisi mengamankan barang bukti berupa dokumen, gambar-gambar dan VCD. Polisi tidak menemukan benda atau bahan peledak di rumah permanen  itu. (ant)

()

MESKI sudah tercapai kata islah atau damai, namun kubu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma…