KPK Perpanjang Masa Penahanan 5 Tersangka Suap Hakim PTUN

Renatha Swasty    •    Jumat, 31 Jul 2015 12:44 WIB
kpk tangkap hakim ptun
KPK Perpanjang Masa Penahanan 5 Tersangka Suap Hakim PTUN
Tersangka suap PTUN Medan Amir Fauzi berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Senin 27 Juli 2015. Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan lima tersangka kasus dugaan suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan untuk 40 hari ke depan.

"KPK telah melakukan perpanjangan penahanan terhadap lima tersangka kasus dugaan suap kepada hakim PTUN Medan," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, saat dikonfirmasi, Jumat (31/7/2015).

Kelima tersangka adalah Ketua PTUN Medan, Tripeni Irianto Putro; Hakim Amir Fauzi dan Dermawan Ginting; Panitera PTUN Medan Syamsir Yusfan; dan seorang pengacara dari Kaligis & Associates, M. Yagari Bhastara alias Gerry.

"Perpanjangan penahanan terhadap kelima orang tersebut dilakukan sejak 29 Juli 2015. Diperpanjang untuk 40 hari ke depan," beber Priharsa.

Terbongkarnya suap hakim PTUN Medan dari kasus Dana Bantuan Sosial dan Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Sumatera Utara tahun anggaran 2012 dan 2013 yang menyeret mantan Kepala Biro Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Ahmad Fuad Lubis. Kasus itu disidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Kasus ini sudah diputus bebas di Pengadilan Tinggi Sumatera Utara. Berbekal putusan itu, Ahmad Fuad Lubis balik memperkarakan Kepala Kejaksaan Tinggi atas kasus yang menyeretnya melalui pengacara M. Yagari Bhastara.

Ahmad menggugat kewenangan penyelidikan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam perkara tersebut ke PTUN. Perkara ini dipegang Tripeni, Amir Fauzi, dan Dermawan. Ahmad Fuad Lubis pun diputus menang dalam gugatan di PTUN.

Diduga ada suap di balik putusan Tripeni. Usai membacakan putusan, Tripeni, dua hakim, Gerry, serta Syamsir dicokok KPK pada Kamis 9 Juli lalu.

Saat penangkapan, penyidik KPK mengamankan USD15 ribu dan 5 ribu dolar Singapura dari ruangan Tripeni. Diduga kuat, uang tersebut dari Gerry.


(TRK)

Aset Novanto Terancam Disita KPK

Aset Novanto Terancam Disita KPK

1 hour Ago

Penyitaan dilakukan untuk membayar sisa uang pengganti kerugian negara atas korupsi KTP-el, yan…

BERITA LAINNYA