Oesman Sapta: Kementerian Pertanian Hanya Berpihak pada Importir

Desi Angriani    •    Jumat, 31 Jul 2015 13:11 WIB
pangan
Oesman Sapta: Kementerian Pertanian Hanya Berpihak pada Importir
Oesman Sapta Odang----Ant/Jessica Helena

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Oesman Sapta Odang (OSO) mengkritik keras Kementerian Pertanian (dahulu Departemen Pertanian). Kritik OSO disampaikan di hadapan Presiden Joko Widodo.

Oesman menyebut, Kementan selama ini tidak sepenuhnya berpihak kepada petani, tapi pro-importir. "Departemen Pertanian hanya berpihak pada importir," ujar Oesman dalam Munas VIII HKTI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2015)

Oleh sebab itu, ia meminta petani tidak mengandalkan Bulog. Tetapi menjaga stok pangan dengan lumbung desa. "Kita belajar dari masa lalu ketika desa menjaga stok pangan dengan lumbung desa," ungkap dia.

Ia menegaskan, HKTI siap bekerja sama meningkatkan produksi beras. Termasuk memberantas kemungkinan mafia impor pangan. Ia kembali menyesalkan Kementan yang menjual pupuk per paket. Sementara petani cukup menggunakan dua jenis pupuk di dalam paket tersebut.

"Kami menyatakan HKTI siap kerja sama dengan pemerintah untuk memberantas kemungkinan adanya mafia impor pangan. Karena pupuk-pupuk itu dijual dengan paket, empat macam paket. Gila itu departemen. Empat paket itu oleh petani hanya pakai dua. Jadi yang dua itu petani itu bayar untuk mafia-mafia pupuk," cetus Oesman.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua MPR ini kembali menegaskan tidak bersedia dipilih kembali menjadi Ketua Umum HKTI. Pidato yang ia sampaikan akan menjadi pidato terakhir baginya sebagai Ketua Umum HKTI.

"Saya ingin meletakkan jabatan ini untuk peremajaan karena kondisi saya. Jangan ada dusta di antara kita. Saya berterima kasih kepada seluruh jajaran pengurus HKTI di seluruh Indonesia yang selama lima tahun bersama saya," pungkas dia.


(TII)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

5 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA