Irjen Kemendag Sesalkan Partogi Terseret Suap di Akhir Pengabdiannya

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 31 Jul 2015 14:39 WIB
suap di kemendag
Irjen Kemendag Sesalkan Partogi Terseret Suap di Akhir Pengabdiannya
Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih. Foto: M Rodhi Aulia/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih menyesalkan Dirjen Perdagangan Luar Negeri nonaktif Kemendag Partogi Pangaribuan jadi terseret kasus dugaan suap proses bongkar muat peti kemas (dwelling time). Menurut Karyanto, koleganya tersebut 30 tahun mengabdi di Kemendag. 

Dia tak habis pikir, memasuki masa pensiun Partogi justru terseret kasus dugaan suap. Padahal, kata Karyanto, inspektorat sudah mengantisipasi adanya penyimpangan dalam proses dwelling time.

"Kepada teman-teman kita yang mengalami masalah hukum, kita mendoakan supaya tegar, tabah dan cepat selesai masalah hukumnya," ujar Karyanto kepada wartawan usai sumat di Kantor Kementerian Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2015).

Di sisi lain, Karyanto mengungkapkan, pihaknya akan berupaya penuh membantu polisi menuntaskan kasus ini. Dia menuturkan persoalan hukum yang membelit Partogi dan pegawai Kemendag lain harus cepat selesai. 

"Tentu saja kita ingin proses hukumnya cepat selesai. Bentuk dukungan kita membebastugaskan, baik itu tersangka maupun terperiksa, supaya dia bisa konsentrasi. Kita ingin bantu polisi sebenarnya," ujarnya.

Diketahui, penyidik Polda Metro Jaya menyematkan status tersangka kepada Partogi Pangaribuan usai diperiksa selama 12 jam, kemarin.  

"Penyidik menyimpulkan ditetapkan sebagai tersangka dengan alat bukti permulaan yang cukup dan alat bukti yang cukup, sangat cukup, dengan singkronisasi keterangan saksi dan alat bukti yang disita saat penggeledahan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mohammad Iqbal, Kamis (30/7/2015) malam.

Partogi diperiksa lantaran ditemukan uang sebanyak USD40 ribu di tas milik pegawai staf Kepala Seksi, R. Menurut pengakuan R, uang puluhan ribu dolar itu milik Partogi.

Adapun penahanan Partogi sebagai tersangka akan ditentukan hari ini. Polisi sudah melakukan proses pemeriksaan sebanyak 12 saksi dan akan menggali lebih dalam terkait ruang gelap dugaan korupsi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Partogi dijerat Pasal 3 dan 6 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003 dan Pasal 3, 4, 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU dan Pasal 5 ayat 2 pasal 11, 12 a b, dan pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Partogi terancam kurungan maksimum 20 tahun penjara.



(KRI)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA