AIMI: Fasilitas Ibu Menyusui di Tempat Kerja Masih Minim

   •    Jumat, 31 Jul 2015 15:55 WIB
keluarga
AIMI: Fasilitas Ibu Menyusui di Tempat Kerja Masih Minim
Mia Sutanto Ketua AIMI. (Foto:MI/Adam Dwi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pekan ASI Sedunia (PAS) akan kembali digelar mulai 1-7 Agustus. Kali ini, acara yang digelar setiap tahun tersebut mengusung tema tentang "Menyusui dan Bekerja". Tema tersebut diperuntukkan bagi ibu yang bekerja untuk tetap bisa memberikan ASI eksklusif pada bayinya.

Menurut Mia Sutanto, Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), pemerintah memang sudah mendukung penuh dan terus mengedukasi masyarakat terutama untuk para ibu hamil dan menyusui supaya tetap mendapatkan hak-haknya di tempat kerja.

Bahkan, ada beberapa pasal khusus yang ditujukan untuk perusahaan agar menyediakan fasilitas yang nyaman untuk ibu yang menyusui. Namun, faktanya hingga saat ini masih banyak tempat kerja yang belum menerapkannya dengan baik.

"Ya, banyak kantor-kantor yang tidak menyediakan ruang khusus menyusui sehingga membuat para ibu mengalami kesulitan mendapatkan ASI-nya. Bahkan, ada banyak ibu yang memutuskan untuk berhenti bekerja pascamelahirkan," ungkap Mia saat jumpa pers di Jakarta.

Tidak disediakannya ruang khusus untuk ibu menyusui yang bekerja, bisa menyebabkan ibu mengalami hambatan dalam pemberian ASI pada bayi. Padahal, ASI eksklusif merupakan makanan penting yang harus dimiliki bayi untuk pertumbuhannya.

Bukan hanya tentang pemberian ASI yang baik untuk kesehatan bayi, penelitian juga telah membuktikan bahwa ibu yang menyusui akan memiliki kondisi psikologis yang lebih tenang, daya tahan tubuh yang lebih baik serta terhindar dari penyakit-penyakit mematikan seperti jantung dan kanker.

"Sebenarnya, peraturan-peraturan dan pasal-pasal sudah banyak tentang kebijakan ini. Tapi, sayangnya pemerintah tidak memantaunya dengan baik." tambahnya.

Hingga saat ini, Mia kerap menemui banyak ibu menyusui yang bekerja memilih toilet, pos satpam, musala, bahkan gudang untuk memerah ASI. Dan tempat-tempat semacam itu sebenarnya membuat ibu menyusui menjadi tidak nyaman serta memungkinkan hanya bisa memerah ASI sedikit.

Maka dari itu untuk mengkampanyekan hak bagi wanita menyusui yang bekerja, Mia meminta kepada masyarakat untuk segera mengajukan fasilitas menyusui yang baik agar disediakan di setiap kantor. Sehingga, ibu menyusui tak perlu lagi khawatir dengan asupan untuk bayinya. (Sumarni)


(LOV)