Terlibat Kampanye Pilkada, PNS Dicopot

Husen Miftahudin    •    Jumat, 31 Jul 2015 16:53 WIB
pilkada serentak
Terlibat Kampanye Pilkada, PNS Dicopot
Menpan RB Yuddy Chrisnandi -- Ant/Fanny O

Metrotvnews.com, Jakarta: Pegawai negeri sipil, di mana pun, dilarang keras terlibat aktif dalam kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada). Kalau nekat membandel, sanksi pecat menanti mereka.

"PNS harus netral," Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi usai salat Jumat bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, di Masjid Istiqlal, Jalan Taman Wijaya Kusuma, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2015).

Yuddy memastikan, tak ada hukuman enteng buat PNS yang terbukti melanggar aturan ini. "Langsung (dikenakan) sanksi sedang sampai berat," tegas Yuddy.

Sanksi, tambah Yuddy, akan berbentuk pencopotan jabatan hingga penurunan pangkat satu tahun sampai dengan satu tingkat. Dia menerangkan, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh aparatur negara untuk mematuhi Undang-Undang (UU) Aparatur Sipil Negara tentang Otonomi Daerah agar tidak terlibat dalam kampanye politik. Serta, tidak mendukung atau pun mengganggu calon selama Pilkada.

"Jadi kita sudah teruskan (surat edaran aparatur negara untuk mematuhi UU Aparatur Sipil Negara) ke seluruh instansi," ungkap Yuddy.

Menurut Yuddy, sejauh ini belum ada laporan PNS yang terlibat aktif dalam organisasi dan partai politik. Ia pun meminta semua pihak melaporkan, jika menemukan PNS yang terlibat aktif dalam organisasi dan partai politik.

"Kalau ada laporan kasih ke saya. Saya yakin aparatur pemerintah kita memiliki tingkat kedisiplinan dan kepatuhan yang lebih tinggi karena kepatuhan internal pemerintah juga kita berlakukan dengan sangat ketat," jelas dia.


(TII)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA