Ini Modus Pencucian Uang Hasil Korupsi

- 11 Mei 2013 14:27 wib
Ilustrasi---Dok.MI/ip
Ilustrasi---Dok.MI/ip

Metrotvnews.com, Jakarta: Tindak pidana pencucian uang (TPPU) biasanya melibatkan beberapa lapisan orang. Itu dilakukan untuk menyamarkan uang hasil korupsi. Berapa banyak lingkaran orang yang dilibatkan?

Wakil Ketua Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) Agus Santoso mengatakan, dalam pencucian uang hasil korupsi selalu disebar agar tersamarkan dan tidak terdeteksi. Ia mengatakan, setidaknya ada tiga ring (lingkaran) yang dilibatkan dalam pencucian uang.

"Di ring pertama akan gunakan keluarga, anak istri, adiknya, karena mereka tidak bisa percaya kepada orang lain," kata Agus dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (11/5).

Ring kedua, lanjut Agus, adalah orang-orang terdekat, seperti sahabat maupun orang yang bekerja untuk koruptor tersebut. "Biasanya ajudan, staf, sopir, atau pembantu karena masih ada hubungan, dan kenal," jelas Agus.

Lapisan berikutnya, koruptor biasa menyamarkan hasil korupsi dalam sebuah kegiatan. Misalya saja yayasan, aset ataupun bidang usaha tertentu. "Ring ketiga, ia punya kegiatan di lingkungan kegiatannya," jelas Agus.

Dalam kasus dugaan suap dan pencucian uang kuota impor daging sapi yang melibatkan Ahmad Fathanah dan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), banyak pihak yang diduga menikmati hasil korupsi. Misalnya, istri-istri maupun para wanita cantik yang kerap dibelikan barang mewah oleh Fathanah.

Kasus tersebut kemudian merembet dan mengarah ke sejumlah orang yang diduga menikmati hasil korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi lantas menerapkan pasal pencucian uang untuk membuktikan adanya pidana dari hasil kejahatan Fathanah dan Luthfi.

()

ANT/M Agung Rajasa

DPW masih Tunggu Jawaban DPP PPP

17 April 2014 22:50 wib

SURAT yang ditujukan bagi Suryadharma tidak sedikitpun mengindikasikan gerakan makar.