Kasus Paedofil, KPAI Temui Kapolres Kediri

Arga sumantri    •    Sabtu, 01 Aug 2015 06:44 WIB
kekerasan seksual anak
Kasus Paedofil, KPAI Temui Kapolres Kediri
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bakal menelusuri perkembangan kasus paedofil dengan korban puluhan anak di Kediri, Jawa Timur. Hal itu dilakukan lantaran KPAI mendapat informasi jika sang pelaku paedofil dibantarkan penahannnya.

Padahal, pelaku berinisial SS alias Koko yang disebut KPAI seorang pengusaha terkenal di Jawa Timur itu sudah ditangkap petugas sebelum lebaran. Namun, baru-baru ini, penahanan tersangka dibantarkan polisi dengan alasan sakit.

KPAI menduga ada kejanggalan dengan dibantarkannya penahanan pelaku paedofil di Kediri. Guna memastikan hal tersebut, Ketua KPAI, Asrorun Niam Sholeh bakal menemui langsung Wali Kota Kediri dan Kapolres Kediri, siang ini. Kunjungan KPAI ke Kediri dilakukan juga guna memastikan penanganan korban serta penanganan kasus hukumnya berjalan sebagaimana mestinya.

"Ke Wali Kota untuk langkah-langkah rehabilitatif korban serta membicarakan pembuatan kebijakan strategis untuk pencegahan tindak kekerasan terhadap anak di Kediri yang tinggi. Kalau ke Kapolres untuk memastikan penanganan kasus hukum (paedofil) ditangani serius," kata Asrorun, saat dikonfirmasi Metrotvnews.com, Jumat (31/7/2015) malam.

Tujuan lain kedatangan KPAI ke Kediri, kata Asrorun, adalah untuk mengunjungi para korban paedofil. Selain itu, dia juga ingin mengecek langsung kondisi pelaku di rumah sakit.

"Jika ternyata tidak layak dibantarkan, maka (pelaku) harus kembali ditahan," ungkapnya.

Rencananya, KPAI bakal bertemu dengan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Sabtu (1/8/2015) pukul 13.00 WIB. Setelah bertemu Wali Kota, KPAI juga bakal menemui Kapolres Kediri, AKBP Bambang Wijanarko pukul 15.00 WIB.

Menurut keterangan Asrorun kepada Metrotvnews.com, Jumat 31 Juli, tengah malam, modus pelaku paedofil inisial SS merayu korbannya yakni dengan cara memberi iming-iming sejumlah uang. Setelah itu, SS memberikan minuman yang membuat korban menjadi tidak sadar, saat itulah dia melancarkan aksi bejatnya.

SS, kata Asrorun, adalah seorang pengusaha yang sering jadi rekanan proyek infrastruktur pemerintahan di Jawa Timur, khususnya di daerah Kediri dan sekitarnya.


(MEL)