Spanduk Keselamatan Berlalu Lintas Pecahkan Rekor MURI

- 13 Mei 2013 09:01 wib
MI/Atet Dwi Pramadia/bb
MI/Atet Dwi Pramadia/bb

Metrotvnews.com, Jakarta: Museum Rekor Indonesia (MURI) menahbiskan bentangan spanduk sepanjang 5,2 km milik Direktorat Lalu-lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya sebagai yang terpanjang se-Indonesia.

Sertifikat rekor itu diberikan oleh ketua Yayasan MURI Jaya Suprana kepada Direktur Lalu-lintas Polda Metro Jaya Kombes Chryshnanda Dwi Laksana.

Chryshnanda mengatakan pemasangan spanduk sepanjang itu diharapkan bisa makin menggugah kesadaran masyarakat pengguna jalan akan keselamatan berlalu lintas.

"Spanduk sepanjang 5.200 meter ini berisikan imbauan untuk pesan keselamatan lalu lintas. Saya harap masyarakat mulai peka dan peduli serta bertanggung jawab dalam berlalu-lintas," ujar Chryshnanda, di Jakarta, Minggu (12/5).

Kepala Seksi Kerjasama Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Billy L Ole menambahkan 5,2 km spanduk itu merupakan hasil penyatuan dari 1.040 spanduk. Masing-masing memiliki panjang sekitar 5 meter. Isi pesannya pun berbeda-beda.

"Bahasa (spanduk)-nya juga begitu (bermacam-macam), misalnya, 'hari gini nyerobot lampu merah, cape deh'," ucapnya berseloroh.

Pascapenobatan rangkaian spanduk ini sebagai yang terpanjang di Tanah Air, sambungnya, Polda Metro Jaya pun segera memecah spanduk itu untuk disebar ke masing-masing Unit Dikyasa (Pendidikan dan Rekayasa) di tiap Polres di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Setelah itu, masing-masing Polres akan memasangnya di titik-titik rawan pelanggaran lalu-lintas. Misalnya, perempatan yang semerawut, jalur busway yang rawan diterobos, ataupun lokasi hiburan malam, seperti di daerah Kota.

Tujuannya, mengingatkan sengendara soal pentingnya keselamatan, alih-alih menerabas aturan.

"Yang paling tahu titik-titik rawan pelanggarannya untuk dipasangkan spanduk itu ya Polres terkait," akunya.

Saat ditanya soal efektivitas pemasangan spanduk itu, Billy meyakini bahwa itu akan berdampak secara jangka panjang.

Bahwa, dengan makin sering masyarakat melihat imbauan dengan bahasa yang akrab dengan kesehariannya, pengendara pun niscaya akan semakin ingat dengan keselamatannya. Sebab, katanya, ketertiban dengan aturan ini terkait erat dengan keselamatan.

"Sepertinya epektif. karena secara rutin diberikan pemahaman," kata dia. (Arif Hulwan)

()

MESKI sudah tercapai kata islah atau damai, namun kubu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma…