Pembicaraan Bailout Yunani dengan Auditor Dimulai

Antara    •    Sabtu, 01 Aug 2015 15:00 WIB
ekonomi yunani
Pembicaraan <i>Bailout</i> Yunani dengan Auditor Dimulai
Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras (tengah). FOTO: Reuters/Christian Hartmann

Metrotvnews.com, Athena: Auditor-auditor senior Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) pada Jumat waktu setempat memulai pertemuan pertama mereka dengan para menteri Yunani guna menyelesaikan pembahasan mengenai program dana talangan (bailout) baru untuk jangka waktu tiga tahun.

Seperti dilansir dari AFP, Sabtu (1/8/2015), kegiatan bursa itu sebelumnya dihentikan pada 26 Juni ketika pemerintahan yang dilanda krisis menerapkan pengendalian modal. Sementara pembicaraan soal program pemberian bantuan untuk menangani kebangkrutan yang berlangsung, IMF menentukan persyaratan.

IMF mengatakan pihaknya hanya akan bergabung dengan program penyelamatan keuangan menyeluruh jika program itu menyertakan keringanan utang dan reformasi ekonomi.

"Untuk memastikan adanya keberlanjutan dalam jangka menengah, perlu diambil keputusan yang sulit terhadap kedua hal itu. Keputusan sulit bagi Yunani ini menyangkut reformasi dan keputusan sulit di antara mitra-mitra Eropa Yunani soal peringanan utang," kata seorang pejabat IMF.

Uni Eropa (EU) sepakat bahwa posisi itu benar-benar cocok dengan agenda EU terkait bailout Yunani. Program bantuan itu bisa bernilai hingga 86 miliar euro (Rp1,27 triliun).

EU bertujuan untuk menyelesaikan perundingan bagi program dana talangan ketiga dengan keahlian IMF, dan kemudian untuk mempertimbangkan langkah-langkah menyangkut utang pada tahun ini, kata juru bicara Komisi Eropa Mina, Mina Andreeva.

Kementerian Keuangan di Athena mengatakan kepala misi audit telah bertemu dengan menteri-menteri keuangan dan ekonomi Yunani. Pertemuan itu terutama membahas rekapitalisasi, privatisasi, dan target-target fiskal.

Pemerintah berharap dapat menyelesaikan audit EU-IMF sebelum 20 Agustus, yaitu waktu yang ditentukan bagi pemerintah Yunani untuk membayar kembali 3,4 miliar euro (Rp50,3 triliun) kepada Bank Sentral Eropa, termasuk bunganya.


(AHL)