Salah Tangkap

Anak Kedua Meninggal Saat Dedi Ditahan

Aedy azeza ulfi    •    Sabtu, 01 Aug 2015 15:21 WIB
salah tangkap
Anak Kedua Meninggal Saat Dedi Ditahan
Yati, mertua Dedi----MTVN/Aedy

Metrotvnews.com, Jakarta: Dedi, korban salah tangkap petugas Polres Jakarta Timur, harus bersedih meski sudah keluar penjara. Musababnya, anak keduanya meregang nyawa saat dirinya ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur.

Selama empat bulan, Baim, anak kedua Dedi yang berusia 3,5 tahun, terus menanyakan kabar sang ayah kepada nenek dan ibunya. "Di nya, put di (Dedi mana, jemput Dedi)," tutur Yati, 57, mertua Dedi kepada Metrotvnews.com, Sabtu (1/8/2015).

Menurut Yati, Baim tak menderita penyakit parah. Namun, kondisi kesehatan Baim terus menurun setelah Dedi ditahan. Baim kerap sakit berkepanjangan. Mirisnya, kata Yati, bocah malang itu tak kunjung bisa melihat sang ayah hingga ajal menjemput. Baim meregang nyawa tanpa dikuburkan sang ayah yang jadi korban salah tangkap.

"Baim meninggal waktu Dedi di Rutan Cipinang. 27 Januari. Dedi tidak bisa lihat muka anaknya, terakhir kali, bahkan tidak bisa melihat penguburannya," sebut Yati.

Dedi, pria berusia 33 tahun ini, sudah keluar tahanan sejak Kamis, 30 Juli lalu. Dia mendekam selama 10 bulan. Dedi adalah tukang ojek, korban salah tangkap penyidik. Ia ditangkap dengan tuduhan mengeroyok hingga menyebabkan korban meninggal.

Namun, pada 6 Juli 2015, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta melalui putusan Nomor 142/PID/2015/PT. DKI menyatakan Dedi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah atas tindak pengeroyokan tersebut.


(TII)