Wawancara Khusus Dubes Malaysia untuk Indonesia (5)

Lewat Kasus 1MDB, Citra Malaysia sebagai Ketua ASEAN Diperburuk

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 01 Aug 2015 15:59 WIB
wawancara khusus dubes malaysia untuk indonesia
Lewat Kasus 1MDB, Citra Malaysia sebagai Ketua ASEAN Diperburuk
Dubes Malaysia untuk Indonesia Zahrain Mohamed Hussain (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus dugaan korupsi Perdana Menteri Malaysia Najib Razak Dinilai merusak citra Malaysia sebagai Ketua ASEAN.

Duta Besar Malaysia Datuk Zahrain Mohamed Hashim yang menerima Metrotvnews.com, di kantornya pada Rabu (29/7/2015), menjelaskan mengenai tersebut. Berikut kutipan wawancaranya:

Kasus ini merusak citra Perdana Menteri Najib dan Malaysia yang tahun ini menjadi Ketua ASEAN. Apakah ini ada cara untuk merusak citra malaysia di ASEAN?

Ya bisa saja. ada mereka-mereka yang memiliki agenda tertutup. Tetapi saya lihat Najib masih mengatasi, dan dia teruskan kerja-kerjanya komitmen untuk membawa agenda malaysia sebenarnya untuk kepentingan dan kemajuan negara.

Mengenai kritik yang diarahkan ke PM Najib?

Kritik-kritik ini apa boleh buat selain menerimanya. Kalau tuduh dia, orang yang menuduhnya harus memberikan bukti. PM Najib sudah memberikan jawaban melalui Facebook dll. Bukan hanya dia yang menjawab, menteri keuangan bahkan memberikan jawaban.

Termasuk kritikan dari tun mahathir?

Termasuk lah. Siapa pun itu.

Mahathir masih melontarkan kritikan?

Tak tahulah, saya tak pernah memperhatikan.

Kembali 1MDB. Siapa saja pihak-pihak dibalik yang ingin melengserkan PM Najib?

Saya tidak tahu siapa. Tetapi memang ada orang-orang itu. Semuanya beredar di media. Bila orang baca mungkin percaya. Tetapi apa yang dikemukakan tidak ada bukti kuat. Masih ada keraguan.

Untuk menggunakan 1MDB sebagai satu alasan untuk menjatuhkan Pemerintah Malaysia. Tetapi isu 1MDB tidak harus satu isu untuk jatuhkan pemerintah. 1MDB ini adalah perusahaan. Jadi tak masuk akal untuk menggunakan isu 1MDB menjatuhkan pemerintah.

Padahal pemerintah saat ini dipilih oleh rakyat melalui proses yang sah. Kalau tak suka proses itu, tunggu pemilu selanjutnya melalui proses demokrasi.

Seperti diketahui dalam pemberitaan sebelumnya, PM Najib Razak dituduh menerima aliran dana dari perusahaan 1Malaysia Development Berhard (1MDB). Dana sebesar USD700 juta atau sekitar Rp9,3 triliun itu masuk ke dalam rekening pribadi Najib.

Namun tuduhan itu dibantah oleh Najib. Dia melihat ada upaya dari pihak-pihak tertentu untuk sabotase kekuasannya.


(FJR)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

5 hours Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA