Tanyakan Perkembangan Kasus, Yusuf Supendi Datangi Mabes Polri

- 13 Mei 2013 11:58 wib
ANTARA/Reno Esnir/ip
ANTARA/Reno Esnir/ip

Metrotvnews.com, Jakarta: Pendiri cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi mempertanyakan perkembangan laporannya di Mabes Polri. Ini terkait dugaan ancaman kekerasan dan pencemaran nama baik yang dituding dilakukan oleh mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq.

"Saya akan menanyakan tim penyidik bagaimana kelanjutan laporan saya itu," kata Yusuf Supendi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Senin (13/5).

Yusuf Supendi menjelaskan, pada 27 Maret 2011, ia melaporkan Luthfi ke Mabes Polri atas ancaman kekerasan yang ia terima dengan aduan Undang-Undang ITE.

"Saya adukan dengan undang ITE dengan ancaman pidana 12 tahun. Namun, saat itu dia (Luthfi) sebagai anggota DPR, ada kesulitan izin partai," jelasnya.

Yusuf melanjutkan, saat ini Luthfi bukan anggota DPR sehingga ia menanyakan kelanjutan atas laporannya itu. Ia pun mengaku ini tidak ada kaitannya dengan gonjang-ganjing yang terjadi di tubuh PKS.

"Urusan KPK urusan lain dengan urusan gugatan saya kepada Luthfi," ungkapnya.

Selain itu, kedatangannya kali ini juga terkait atas pencemaran nama baik yang dilakukan Luthfi sehingga Yusuf akhirnya dipecat dari PKS.

"Saya meminta keadilan karena Luthfi telah memfitnah saya mengganggu istri orang lain. Sampai saya dipecat (dari PKS). Ini adalah fitnah dengan ancaman empat tahun," tegasnya.

Yusuf juga diminta untuk mengosongkan rumah terkait tudingan tersebut. Menurutnya, itu merupakan tindakan kekerasan dengan ancaman 12 tahun penjara.

"Berapa tahun pun dipenjara oleh KPK tetap saya akan lanjutkan hak saya sebagai warga negara," pungkasnya.

()

MI/Immanuel Antonius

PPP Kaji Ulang Koalisi dengan Gerindra

20 April 2014 07:21 wib

HASIL Rapimnas I PPP yang sempat ricuh belum memutuskan akan berkoalisi dengan partai politik lainnya.