Indonesia Diminta Tiru Sistem Dwelling Time Singapura

Wanda Indana    •    Sabtu, 01 Aug 2015 16:41 WIB
dwelling time
Indonesia Diminta Tiru Sistem <i>Dwelling Time</i> Singapura
Ilustrasi Dwelling Time. ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Indonesian National Shipowner Association (INSA) Carmelita Hartoto meminta pemerintah untuk meniru sistem dwelling time (masa tenggat bongkar muat) pelabuhan Pemerintah Singapura. Saat ini, pelabuhan Indonesia dianggap kalah bersaing dengan negara tetangga.

Carmelita membeberkan, waktu tunggu bongkar muat pelabuhan di Singapura hanya menghabiskan waktu satu hari, dan Malaysia dua hari. Sementara pelabuhan di Indonesia menghabiskan waktu sampai 5,7 hari.

"Ini masalahnya banyaknya perizinan saja. Kalau belum bisa mengatasi itu, copy paste saja deh peraturan yang ada di Singapura, kita harus segera bersaing dengan negara lain," ujar dia dalam acara diskusi "Ngeri-Ngeri Sedap Dwelling Time", di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2015).

Ditegaskan Carmelita, perbaikan sistem dwelling time di pelabuhan harus segera dipersingkat. Apalagi, sebentar lagi Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015.

"Apalagi sebentar lagi kita akan menghadapi MEA. Pelabuhan-pelabuhan kita harus dapat bersaing dengan negara lain," harapnya.

Tak hanya itu, persamalahan waktu tunggu bongkar muat tidak hanya terjadi di pelabuhan. Permasalahan dwelling time juga terjadi pada sistem transportasi berbasis rel dan darat.

"Bukan di pelabuhan saja, di mana-mana. Makanya biaya logistik kita masih tinggi masih mahal," pungkasnya.


(AHL)

KPK Periksa Istri Setya Novanto

KPK Periksa Istri Setya Novanto

10 minutes Ago

Jakarta: Istri Ketua DPR RI Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor menjalani pemeriksaan di KPK, …

BERITA LAINNYA