Kematian Balita oleh Warga Yahudi Picu Kerusuhan di Tepi Barat

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 01 Aug 2015 16:48 WIB
Kematian Balita oleh Warga Yahudi Picu Kerusuhan di Tepi Barat
Pemuda Palestina yang melawan prajurit Israel di Ramallah (Foto: EPA)

Metrotvnews.com, Tepi Barat: Kerusuhan terjadi di Tepi Barat, setelah warga marah atas tewasnya seorang balita. Balita itu tewas setelah rumahnya dibakar oleh ekstremis Yahudi.

Kerusuhan yang pecah di Atara, dekat Ramallah menimbulkan korban baru. Seorang remaja berusia 17 tahun ditembak oleh pasukan Israel dalam kejadian ini.

Menurut keterangan petugas medis Palestina, remaja yang tewas ini bernama Fadel al-Khaladi yang berasal dari Jifna. Dia ditembak oleh penembak jitu Israel di dekat Bir Zeit. Demikian diberitakan Reuters, Sabtu (1/8/2015).

Pasukan Israel berdalih bahwa korban melempar bom molotov ke menara pengawas. Meski sempat dirawat di rumah sakit di Ramallah, Fadel akhirnya meninggal.

Dalam 24 jam terakhir, dua warga Palestina tewas. Namun kabar menyedihkan dialami oleh sebuah keluarga yang rumahnya dibakar oleh ekstremis Yahudi di Desa Duma, Tepi Barat.

Balita berusia 18 bulan Ali Dawabsheh tewas dalam kejadian ini. Sementara kedua orangtuanya Reham dan Saad menderita luka bakar hingga 90 persen.

Sementara kakak dari Ali, juga menderita luka bakar hingga 60 persen. Ketiganya saat ini dirawat di rumah sakit militer Israel di Tel Aviv.

Juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Peter Lerner menyebut insiden itu menunjukkan tindakan terorisme yang biadab.

Pihak berwenang mengatakan para pembakar menyulut api pada Jumat pagi (31/7/2015) di Desa Duma. Mereka menuliskan kata-kata berbahasa Ibrani pada dinding sebelum melarikan diri.

Pasukan Israel saat ini sedang mencari para tersangka. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pun mengutuk pembakaran itu.
(FJR)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

12 hours Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA