Pelabuhan Bukan Tempat Penimbunan Barang

Wanda Indana    •    Sabtu, 01 Aug 2015 16:53 WIB
dwelling time
<i>Pelabuhan Bukan Tempat Penimbunan Barang</i>
Ilustrasi -- FOTO: Antara/ANDIKA WAHYU

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Lalu lintas Angkutan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Wahyu Hidayat mengatakan, permasalahan dwelling time (masa tenggat bongkar muat) Pelabuhan Tanjung Priok sudah terjadi sejak lama.

Wahyu menjelaskan, fungsi pelabuhan di Indonesia sebagai pengantar barang dari satu lokasi ke lokasi lainnya sudah bergeser. Kata dia, fungsi pelabuhan bukan tempat penimbunan barang seperti yang terjadi saat ini.

"Dwelling time ini memang masalah dari dulu. Persoalannya hanya pada waktu di pertama. Mustinya fungsi pelabuhan tempat bongkar muat barang bukan penumpukan barang," kata dia dalam acara diskusi "Ngeri-Ngeri Sedap Dwelling Time", di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2015).

Di sisi lain, lamanya masa tenggat bongkar muat di pelabuhan juga dipengaruhi adanya perizinan dari kementerian terkait. Untuk itu, harus ada ketegasan untuk mengizinkan seberapa lama barang boleh ditumpuk di pelabuhan. Selain itu, otoritas hanya berwenang memperlancar lalu lintas pelabuhan, tidak dapat melarang penimbunan barang.

Oleh karena itu, dia berharap Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diberikan kewenangan untuk memberikan rekomendasi dan sanksi pihak terkait agar proses bongkar muat dapat berjalan singkat.

"Bea cukai punya UU, karantina juga punya UU, barang harus diperiksa. Ini menjadi persoalan. Kalau mau jujur bahwa otoritas pelabuhan bukan tidak mampu, persoalannya kewenangan ini yang belum diberikan. Berikan kewenangan untuk bisa memberikan sanksi dan rekomendasi,"ungkapnya.


(AHL)

Pernyataan Pengacara Novanto Memprihatinkan

Pernyataan Pengacara Novanto Memprihatinkan

32 minutes Ago

Fredrich dianggap melewati batas dalam memberikan keterangan dan informasi tentang Novanto yang…

BERITA LAINNYA