Muhammadiyah Pilih Pemimpin Pakai Sistem Perwakilan

Lina Herlina    •    Sabtu, 01 Aug 2015 17:32 WIB
muktamar muhammadiyah
Muhammadiyah Pilih Pemimpin Pakai Sistem Perwakilan
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin di sela acara Kado Muktamar Ke-47 Muhammadiyah, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/7). Foto: Antara/Herman Dewantoro

Metrotvnews.com, Makassar: Muktamar ke-47 Muhammadiyah mengagendakan sidang tanwir (permusyawarahan tertinggi), Sabtu 1 Agustus. Sidang dibagi menjadi tiga pleno, yaitu pemilihan calon anggota tetap PP Muhammadiyah periode 2015-2020, penjelasan arah dan materi muktamar, serta penetapan calon tetap anggota PP Muhammadiyah.

Untuk penunjukan calon ketua umum, muktamar Muhammadiyah memakai mekanisme khusus dengan mengedepankan sistem perwakilan.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, KH Muhammad Alwi Uddin, menjelaskan tahap awal pemilihan ketua dimulai dengan penjaringan kandidat oleh panitia pelaksana sebelum pelaksanaan muktamar.

"Tahun ini panitia mengumpulkan total 82 kandidat yang dianggap layak untuk dibawa ke tahap selanjutnya," kata Alwi, di Makassar, Sabtu (1/8/2015).

Sidang tanwir diperkirakan dihadiri 204 anggota. Mereka antara lain pimpinan pusat Muhammadiyah, empat perwakilan dari masing-masing pimpinan wilayah, serta perwakilan Angkatan Muda Muhammadiyah pusat.

"Pada sidang ini dipilih 39 calon tetap ketua yang dianggap sesuai kriteria tanwir berdasarkan perolehan suara," kata Alwi.

Sebanyak 39 calon tetap ketua inilah yang akan memperebutkan dukungan dari total 2.600 peserta pemegang hak suara di muktamar. 

Alwi menjelaskan pemilik suara terdiri dari seluruh anggota tanwir serta seluruh pimpinan Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Jumlah peserta ditetapkan berdasarkan jumlah cabang di daerah yang diwakili. Sehingga, daerah dengan banyak cabang akan lebih banyak memiliki wakil di muktamar.

"Dari perolehan suara peserta akan terpilih 13 besar peraih suara terbanyak untuk menjadi formatur," kata Alwi.

Selanjutnya, formatur berembuk memilih ketua umum serta menetapkan struktur pengurus pusat. Dalam memilih Ketua umum, formatur bisa memilih satu orang di antara sesamanya atau menunjuk tokoh di luar yang dianggap layak.

Menurut Alwi, sistem perwakilan telah diterapkan di Muhammadiyah secara turun-temurun. Sistem itu dianggap sederhana namun tepat untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas dan sesuai keinginan umat. 

Dan yang tak kalah penting, lanjutnya, sistem perwakilan juga dianggap efektif untuk mencegah konflik internal. "Yang biasa terjadi gesekan kan di tingkat bawah. Makanya kita kurangi gesekan di bawah dengan mempercayakan pilihan kepada perwakilan," ujarnya.


(UWA)

Hakim Tolak Eksepsi KPK

Hakim Tolak Eksepsi KPK

2 hours Ago

Itu berarti, proses praperadilan terhadap Novanto bakal dilanjutkan ke tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA