Kebijakan Ini Bisa Naikkan Konsumsi Biodiesel

Ade Hapsari Lestarini    •    Sabtu, 01 Aug 2015 17:52 WIB
sawit sumbermasbiofuel
Kebijakan Ini Bisa Naikkan Konsumsi Biodiesel
Ilustrasi sawit. FOTO: MI/FARHAN

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Advokasi dan Kebijakan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Tungkot Sipayung meminta pemerintah untuk membuat kebijakan peningkatan konsumsi di industri automotif.

Tungkot mengatakan, kebijakan tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan konsumsi biodiesel di dalam negeri terutama sektor automotif yang kandungannya baru mencapai 15 persen.

"Pemerintah harus secepatnya keluarkan kebijakan yang mewajibkan para pelaku industri automotif harus bisa meningkatkan penggunaan biodiesel atau BBN untuk mengurangi konsumsi BBM fosil. Saat ini kan sudah mau dinaikkan menjadi 20 persen tapi itu saja masih kurang penyerapannya," kata Tungkot, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu (1/8/2015).

Oleh karena itu, baginya tidak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak terus mendorong konsumsi biodiesel di dalam negeri karena pasokan bahan baku dan produksi yang sangat melimpah. "Peningkatan ini bisa untuk mengurangi emisi atau gas buang di kendaraan. Penggunaan biodiesel ini bisa mengurangi emisi atau gas buang hingga 60 persen. Kalau ini ditingkatkan bukan tidak mungkin udara di Indonesia menjadi sangat bersih," tambah dia.

Saat ini, konsumsi biodiesel Indonesia baru mencapai enam juta ton. Artinya, konsumsi tersebut masih terlalu kecil dibandingkan dengan konsumsi bahan bakar fosil yang mencapai 35 juta ton. Konsumsi tersebut sebagian besar digunakan untuk keperluan mesin pabrik.

Menurut dia, pemerintah saat ini tengah menyiapkan peningkatan penggunaan biodiesel dari 15 persen menjadi 20 persen untuk industri automotif. "Penelitiannya sedang dilakukan. Kita berharap secepatnya bisa selesai sehingga dapat digunakan lalu ditingkatkan hingga 50 persen," katanya.

Di sisi lain, mengenai sertifikasi hijau seperti yang diharapkan kalangan pengusaha, Tungkot menegaskan hasil uji coba terhadap penelitian biodiesel tersebut sudah cukup menjadi modal bagi para pelaku industri biodiesel atau automotif.

"Yang jelas untuk produksi biodiesel sudah ada spesifikasi seperti apa. Sekarang yang perlu didorong adalah bagaimana kalangan pelaku industri automotif mau menyerap BBN itu sendiri," lanjutnya.

Pemberian sertifikat hijau ini membutuhkan persiapan yang panjang karena melibatkan berbagai kementerian dan pemangku kepentingan lainnya. Karena itu, perlu ada kesepahaman antarkementerian dalam melihat pengembangan biodiesel ini dalam kerangka membangun kemandirian energi nasional.


(AHL)