DPD Minta Kemendikbud Buat Aturan Baku MOS

Anggitondi Martaon    •    Minggu, 02 Aug 2015 12:32 WIB
masa orientasi sekolahdpd ads
DPD Minta Kemendikbud Buat Aturan Baku MOS
Mendikbud Anies Baswedan (ketiga kiri) menemukan praktik perpeloncoan terhadap siswa baru yang mengikuti Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) di SMK Yuppentek 1 Tangerang, Banten -- ANT/Widodo S Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) diminta mendesain aturan baku kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) untuk diterapkan seluruh sekolah di Indonesia. Hal ini harus segera dilakukan karena kasus perpeloncoan, kegiatan yang sifatnya mempermainkan dan merendahkan peserta didik masih banyak terjadi dalam MOS.

Wakil Ketua Komite 3 DPD RI Fahira Idris mendorong Kemendikbud segera merancang dan menetapkan acuan resmi panduan kegiatan MOS. Panduan itu harus mengatur mulai dari pilihan bentuk kegiatan, tema-tema materi yang harus disampaikan hingga SOP apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan senior.

"Memang kesannya terlalu mendikte sekolah, tetapi sepertinya memang harus dibuat panduan hingga ke yang sifatnya teknis. Beberapa sekolah memang punya kreativitas membuat kegiatan MOS yang mendidik, tapi sangat banyak sekolah yang kegiatan MOS-nya tak jelas. Dan kepala sekolah serta para guru hanya diam saja," ujar Fahira melalui rilis yang diterima oleh Metrotvnews.com, di Jakarta (2/8/2015).


Wakil Ketua Komite 3 DPD RI Fahira Idris -- MI/Usman Iskandar

Memang saat ini kekerasan fisik dalam MOS sudah relatif kecil. Namun masih banyak siswa mengalami kekerasan psikologis. Fahira mengatakan, masih banyak ditemukan kegiatan MOS yang merendahkan dan mempermainkan peserta didik baru.

"Apa gunanya siswa disuruh datang pagi-pagi, disuruh bawa yang aneh-aneh, diperintahkan memakai atribut yang tidak pantas, diberi nametag bertulis panggilan yang merendahkan. Tahun depan tidak boleh lagi ada kegiatan MOS seperti ini. MOS itu harus menyenangkan karena itulah esensi pendidikan," tegas Senator asal Jakarta ini.

Kegiatan MOS seharusnya menjadi momentum untuk membentuk karakter para siswa di seluruh Indonesia. Sangat banyak materi dan kegiatan termasuk permainan yang bisa diberikan kepada peserta didik baru untuk menambah ilmu dan membentuk karakter siswa baru.

"Harusnya MOS diisi dengan kegiatan dan materi yang muaranya ke pendidikan karakter. Ajarkan nilai-nilai kejujuran, sportif, kompetitif, disiplin, punya inisiatif dan berpikiran positif. Kenapa tidak diisi dengan sosialisasi bahaya narkoba atau miras? Kenapa tidak diisi dengan materi antikorupsi yang jadi penyakit besar bangsa ini?," kritik Fahira.


(SUR)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

5 hours Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA